Presiden Prabowo Subianto kwmbali memuji kualitas makanan yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026). Bahkan, Prabowo sempat mencicipi langsung menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan dapur Polri. Dalam sambutannya, Prabowo menyebut SPPG Polri sebagai salah satu yang terbaik. Ia secara khusus memuji kualitas nasi yang disajikan karena terasa pulen dan lezat. Presiden juga menilai tempe orek serta sayur yang tersedia memiliki cita rasa yang baik. Prabowo sempat berseloroh bahwa mungkin dapur tersebut menyiapkan hidangan istimewa karena mengetahui dirinya akan datang berkunjung. Candaan tersebut disambut tawa para peserta acara, termasuk Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
@Humas Polri @komisi3_dprd @Gibran Rakabuming @Kepala Kepolisian RI @DPR RI
Menghadiri acara penting seperti Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition memberikan kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk menilai langsung kualitas makanan bergizi yang disediakan oleh SPPG Polri. Dari pengalaman makan langsung, saya dapat memahami mengapa beliau memberikan pujian yang tinggi terhadap dapur Polri. Nasi yang terasa pulen dan lezat bukan hanya mencerminkan kedisiplinan dalam penyajian makanan tetapi juga komitmen terhadap kualitas gizi. Saya pernah mencoba makanan dari dapur institusi pemerintahan lain, dan seringkali rasanya biasa saja. Namun, pengalaman makan di dapur Polri dengan menu seperti tempe orek dan sayur labu campur jagung memberikan sensasi yang berbeda. Kombinasi sayur yang sehat dengan porsi yang pas memang penting untuk menjaga nutrisi anak-anak dan generasi muda Indonesia, sesuai dengan misi acara tersebut. Kesan menarik lainnya adalah suasana hangat dan penuh canda yang tercipta ketika Presiden Prabowo berseloroh soal kualitas masakan yang mungkin sudah disiapkan khusus karena beliau hadir. Hal ini mencerminkan kedekatan antara pejabat dan layanan publik yang memberi nilai tambah buat institusi itu sendiri. Menurut saya, layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Polri ini layak menjadi contoh bagi penyedia katering institusi lain. Selain menjaga cita rasa dan kesegaran makanan, dapur ini juga berperan besar dalam pemberian asupan bergizi untuk masyarakat luas, khususnya anak-anak yang membutuhkan nutrisi optimal. Berdasarkan pengamatan saya, dapur ini juga mengelola bahan makanan fokus pada keseimbangan gizi, mengingat tempe sebagai sumber protein nabati, dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral. Ini adalah pendekatan terbaik untuk mendukung generasi masa depan Indonesia tetap sehat dan kuat. Kesimpulannya, kualitas makanan bergizi dari SPPG Polri selain mendapat pengakuan dari Presiden juga patut diapresiasi oleh masyarakat luas sebagai upaya nyata dalam pemenuhan gizi nasional. Semoga program MBG bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia.




































