Jakarta timur Rawa mangun
Matel incar ibu dan anak anak yg bawa motor, motor lunas dan usia motor 21 tahun pun mau disita.
Sebagai seseorang yang tinggal di Jakarta Timur, khususnya di daerah Rawa Mangun, saya pernah menyaksikan bagaimana tindakan Matel menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama kepada para ibu dan anak yang membawa motor. Kejadian seperti penertiban motor yang sudah lunas dan bahkan motor tua berusia 21 tahun yang juga disita menimbulkan banyak pertanyaan dari warga sekitar. Menurut pengalaman saya dan beberapa tetangga, alasan penertiban ini sering tidak jelas dan terkadang terkesan menekan pemilik motor tanpa dasar hukum yang kuat. Seperti yang tertulis dalam beberapa percakapan warga, ada kesan bahwa pemilihan target bukan berdasarkan pelanggaran serius, melainkan sekadar alasan untuk melakukan tindakan yang memberatkan khususnya bagi kalangan ibu dan anak-anak. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan karena motor adalah sarana transportasi utama mereka sehari-hari, dan tindakan penyitaan terhadap motor lama yang masih layak pakai malah semakin memperburuk keadaan ekonomi keluarga yang terdampak. Saya sendiri pernah melihat beberapa ibu yang menangis karena motor yang menjadi satu-satunya alat untuk mencari nafkah keluarganya tiba-tiba disita. Selain itu, terdapat juga kritik dari warga yang mengatakan bahwa tindakan Matel kurang manusiawi dan tidak mempertimbangkan kondisi pengemudi motor, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak yang justru menjadi korban kebijakan kurang bijak ini. Mereka berharap aparat terkait lebih bijaksana dan mempertimbangkan aspek sosial dalam melakukan penertiban. Dari sudut pandang pribadi, saya berpendapat bahwa solusi terbaik adalah dengan memberikan edukasi dan sosialisasi yang cukup sebelum melakukan tindakan keras seperti penyitaan. Pemilik motor juga perlu diberikan alternatif agar tidak merasa teraniaya, seperti program pemeliharaan kendaraan atau perpanjangan usia laik jalan yang lebih jelas. Dengan pengalaman ini, saya berharap kejadian seperti di Rawa Mangun menjadi perhatian lebih luas agar pemerintah dan aparat keamanan bisa bekerja sama dengan masyarakat secara transparan dan adil, sehingga keamanan dan kenyamanan bersama tetap terjaga tanpa memunculkan konflik baru.






















































