Polda Metro Jaya dikabarkan didatangi sejumlah 50 orang berambut cepak diduga dan berseragam, Kamis (9/7/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi setelah polisi melakukan penggeledahan di kafe serta rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Sejumlah Sumber yang mengetahui hal itu menyebutkan, puluhan orang tersebut hendak mengambil tahanan sipil terkait kasus yang tengah ditangani polda bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri. Mereka datang jam setengah 4 subuh," Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah melakukan langkah agresif dalam membongkar rangkaian kasus korupsi kakap yang merugikan negara. Pihak kepolisian memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak agar tidak melakukan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai penghalangan proses hukum atau obstruction of justice. Dalam operasi senyap yang berlangsung hingga Kamis dini hari, tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sebuah rumah mewah di kawasan elite Sentul City, Bogor, Jawa Barat.
@Humas Polri @komisi3_dprd @Kepala Kepolisian RI @Gibran Rakabuming @Kementerian Dalam Negeri @KOMNASHAM @DPR RI
Pengalaman saya mengikuti berita tentang pemberantasan korupsi di Indonesia selalu penuh dinamika dan tantangan. Kasus penggeledahan yang dilakukan Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri di rumah mewah milik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, menunjukkan betapa seriusnya aparat dalam mengusut korupsi yang merugikan negara. Saya ingat saat mendengar kabar bahwa lebih dari 50 orang berambut cepak dan berseragam mendatangi markas Polda Metro Jaya dini hari, ini menunjukkan ketegangan yang sangat tinggi. Bahkan, laporan dari gambar berita menyebutkan bahwa ditemukan uang triliunan rupiah, dengan detail sekitar 500 miliar lebih sudah diamankan. Namun, upaya penangkapan dan pengamanan menjadi sulit ketika aparat kepolisian justru mengalami penghalangan, diduga dari oknum kejaksaan dan tentara yang mencoba mempertahankan tahanan sipil terkait kasus ini. Situasi ini mencerminkan kompleksitas dan beratnya tantangan yang dihadapi dalam memberantas korupsi, terutama bila melibatkan jaringan yang kuat dan terorganisir. Saya percaya bahwa pengawasan ketat dan dukungan publik sangat dibutuhkan agar proses hukum dapat berjalan dengan adil dan transparan. Masyarakat harus tetap waspada dan aktif mendukung langkah penegakan hukum agar tidak ada lagi tindakan obstruction of justice yang menghambat proses keadilan. Dari sisi pribadi, saya merasa ini momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen keras menindak korupsi, termasuk di kalangan aparat penegak hukum sendiri. Semoga operasi-operasi serupa terus dilakukan dengan profesionalisme tinggi dan tanpa intervensi dari pihak-pihak berkepentingan yang ingin melindungi praktik korupsi. Dengan kerja sama semua elemen bangsa, kita bisa wujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.



















































