Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Wilayah IV Sumut Zulkarnain Barus mengatakan, ratusan siswa dari 5 sekolah di Kabupaten Karo diduga terkena keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Dikatakan Zulkarnain, 5 sekolah itu terdiri dari 3 SMA Negeri dan 2 SMP Swasta.
SPPG tersebut milik TNI dibawah naungan kodim.
Kasus keracunan makanan yang melibatkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo membuka perhatian penting tentang pengelolaan dan pengawasan distribusi makanan di sekolah-sekolah. Dalam pengalaman pribadi saya, makanan bergizi yang disediakan secara massal harus selalu melalui standar pengawasan ketat agar tidak membahayakan kesehatan siswa. Pengawasan dari pihak terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kodim tentu sangat krusial. Namun, sekolah dan guru juga harus aktif dalam memantau kualitas makanan yang diberikan agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, para orang tua juga berperan penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang tanda-tanda awal keracunan makanan. Mengikuti pengalaman ini, penting bagi pemerintah daerah untuk mempertimbangkan mekanisme evaluasi rutin dan pelatihan bagi penyedia makanan. Kesehatan siswa merupakan prioritas utama, apalagi energi dan gizi yang cukup sangat dibutuhkan untuk mendukung proses belajar-mengajar. Di sisi lain, laporan dari guru dan sekolah harus cepat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang agar kasus dapat segera teratasi dan mencegah dampak lebih luas. Insiden ini juga mengingatkan kita bahwa kualitas dan keamanan makanan yang diberikan di lingkungan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara penyedia, pengawas, dan penerima manfaat. Meski namanya Makanan Bergizi Gratis, penting untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar-benar sehat dan bebas risiko sebagaimana mestinya.