terbakar sebuah sepeda motor di salah satu SPBU kota medan petugas SPBU berusaha memadamkan api namun semua APAR tidak bisa di gunakan .
Pengalaman ini menjadi peringatan penting bagi pengelola SPBU dan masyarakat luas mengenai pentingnya alat pemadam api yang selalu dalam kondisi siap pakai. Dari kejadian di Medan ini, terlihat betapa krusialnya pengecekan rutin terhadap APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di lokasi dengan potensi bahaya kebakaran tinggi, seperti SPBU. Saya sendiri pernah berada di situasi darurat dimana APAR yang tersedia tidak efektif digunakan, dan hal ini sangat membahayakan keselamatan. Kebakaran sepeda motor di SPBU tentu bisa menimbulkan ledakan dan kerusakan lebih besar. Oleh sebab itu, pemantauan kondisi APAR secara periodik, pelatihan penggunaan alat pemadam untuk petugas SPBU, serta pemasangan alat tambahan seperti sprinkler atau sistem pemadam otomatis menjadi langkah mitigasi yang sangat direkomendasikan. Selain itu, edukasi kepada pengunjung SPBU agar segera melapor saat terjadi kebakaran dan menjauh dari bahaya sangat penting untuk mengurangi risiko. Kebakaran di SPBU juga menimbulkan kerugian ekonomi dan potensi cedera serius, sehingga kesiapsiagaan semua pihak sangat diperlukan. Kejadian yang terlihat dari berita lambe mu ini harus menjadi pembelajaran dan dorongan bagi otoritas terkait untuk memperketat standar keselamatan di tempat umum yang rawan kebakaran. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali karena kelalaian dalam pemeliharaan alat pemadam api. Dengan menjaga alat pemadam api agar selalu dalam kondisi prima dan memberi pelatihan kegawatdaruratan, risiko bencana akibat api di SPBU dapat diminimalisir secara signifikan.
























