JAWA BARAT

Kabupaten Pangandaran — Jembatan yang Dibangun TNI Roboh Saat Diresmikan, Dandim Singgung Anggaran

Sebuah jembatan yang dibangun oleh TNI di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, roboh saat hendak diresmikan oleh Bupati Pangandaran bersama Dandim 0625/Pangandaran.

Saat ditanya awak media terkait anggaran pembangunan jembatan tersebut, Dandim 0625/Pangandaran menyampaikan, “Anggaran tak terbatas.”

9/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi saya yang tinggal di daerah sekitar Pangandaran, pembangunan infrastruktur oleh pihak militer kerap menggunakan sistem padat karya yang melibatkan masyarakat lokal. Sistem ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung ke penduduk sekitar dengan cara membuka lapangan kerja dan mendorong perekonomian setempat. Namun, kejadian jembatan yang roboh saat peresmian ini menunjukkan ada tantangan besar dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dari penjelasan Dandim, anggaran memang tidak terbatas dan sedang dihitung, namun sebenarnya transparansi dan pengawasan dalam pengerjaan sangat penting agar hasil pembangunan sesuai dengan standar keamanan. Penggunaan material dan peralatan yang diajukan juga harus teliti supaya tidak terjadi kerusakan yang merugikan. Sebagai warga lokal yang sering melewati berbagai jembatan, saya merasakan peran penting infrastruktur dalam mendukung pariwisata, pendidikan, hingga aktivitas pertanian. Oleh karena itu, pembangunan jembatan yang andal sangat krusial bagi kemajuan kawasan ini. Semoga pengerjaan selanjutnya lebih teliti dan melibatkan berbagai pihak agar manfaat jangka panjang dapat dirasakan oleh masyarakat secara optimal. Dari sisi anggaran, meskipun diklaim tidak terbatas, perencanaan keuangan yang transparan dan akuntabel tetap harus dijalankan agar tidak terjadi pemborosan. Saya berharap pemerintah daerah dan TNI dapat bekerja sama dalam mengawasi proses pembangunan supaya kejadian serupa tidak terulang. Mudah-mudahan jembatan ini bisa segera diperbaiki dan berfungsi mendukung kebutuhan masyarakat Pangandaran.