selamat jalan kyai doa kami menyertaimu
Inalillahi wa inailaihi rojiun, sebuah ungkapan yang sering kita ucapkan saat kehilangan sosok penting dalam hidup kita. KH Adib Rofiuddin Izza adalah figur yang sangat dihormati di lingkungan pesantren Buntet, yang dikenal tidak hanya sebagai sesepuh tetapi juga sebagai panutan bagi banyak santri dan masyarakat sekitar. Saya pribadi pernah mengunjungi Pondok Pesantren Buntet dan merasakan suasana keilmuan dan kerendahan hati yang ditanamkan oleh para kiai di sana. Kehadiran KH Adib Rofiuddin membawa kesejukan dan kedamaian bagi seluruh penghuni pesantren. Beliau sangat menekankan pentingnya pendidikan agama yang mendalam sekaligus membumi, mengajarkan nilai-nilai akhlak mulia dan toleransi. Dalam tradisi pesantren, doa dan penghormatan kepada para kiai sangat penting sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan atas segala dedikasi mereka. Selamat jalan, kyai. Doa kami menyertaimu, semoga segala amal dan pengajaranmu menjadi amal jariyah yang tiada putus. Perpisahan dengan sosok seperti beliau mengingatkan saya bahwa setiap ilmu dan kebaikan yang kita sebarkan akan terus hidup dalam hati dan tindakan para santri yang belajar darinya. Semoga generasi pesantren berikutnya dapat melanjutkan warisan beliau dengan penuh semangat dan integritas.






































