1/18 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku pertama kali nemu tulisan "KUAT DILAKONI ORA KUAT MATUR GUSTI" pas lagi nongkrong di sebuah kafe yang estetik banget. Di jendela kafenya ada spanduk dengan quote itu, terus suasananya hangat, banyak lukisan abstrak, peralatan kopi, dan sudut-sudut yang instagramable. Dari situ aku jadi kepo dan akhirnya cari tahu artinya. Secara bahasa, kalimat ini dari bahasa Jawa. Kalau dibikin gampang, "kuat dilakoni, ora kuat matur Gusti" kurang lebih berarti: kalau masih sanggup, ya dijalani; kalau sudah nggak sanggup, serahkan sama Tuhan. "Gusti" di sini maksudnya Tuhan, dan kalimat ini biasanya dipakai orang Jawa buat menguatkan diri sendiri di tengah masalah atau tekanan hidup. Buat aku pribadi, quote ini ngingetin bahwa kita tetap perlu berusaha semaksimal mungkin, tapi jangan lupa kalau manusia ada batasnya. Misalnya, lagi capek kerja atau kuliah, tugas numpuk, masalah datang dari berbagai arah. Selama masih bisa di-handle, ya pelan-pelan dikerjain, kuat dilakoni. Tapi kalau sudah mentok, kepala penuh, hati capek, di situ kita diajak buat berhenti sejenak, tarik napas, dan matur Gusti: curhat ke Tuhan, entah lewat doa, sholat, atau cara ibadah masing-masing. Yang menarik, quote seberat ini justru aku temuin di kafe yang vibe-nya santai. Ada sudut dengan ketel dan penggiling kopi, lukisan abstrak merah, lampu meja, sampai area luar dengan tirai kain terang dan kursi di atas batu kerikil. Rasanya kayak di-reminder, bahkan di tempat nongkrong pun kita tetap bisa dapet pesan hidup yang dalam. Di salah satu sudut kafe juga ada spanduk lain dengan tulisan "OVERRATE UNDERRATED KEEP GENE RATE SIR" dan poster "Touchdown Solo" plus ucapan terima kasih dalam berbagai bahasa. Buatku, semua elemen itu bikin tempatnya kerasa kayak ruang singgah: kamu boleh lelah, boleh berhenti sebentar, minum kopi, duduk di bangku kayu, sambil merenung tentang hidup. Jadi kalau kamu lagi nyari arti "kuat dilakoni ora kuat matur Gusti", bukan cuma soal terjemahan kata per kata, tapi juga soal sikap hidup: berjuang tanpa drama berlebihan, tapi juga berani mengakui kalau kita butuh bantuan Tuhan. Quote ini relevan banget buat yang lagi struggling, overthinking, atau sekadar butuh pengingat kalau nggak semua beban harus ditanggung sendirian. Sekarang setiap kali aku lihat kalimat itu, aku langsung kebayang suasana kafe yang tenang itu dan keinget buat lebih legowo: yang bisa aku kerjain, akan aku kerjain pelan-pelan; yang di luar kendali, biar Tuhan yang atur.