kenapa aku nanya begitu? karna aku sering banget denger omongan org lain yg bilang anakku kayak stunting karna emg kalo dilihat dari temen2 nya disekolahan anakku tuh keliatan kecil gt dibandingkan yang lainnya.
#PerasaanKu agak sedih ya apalagi pas ada yang bilang kalo aku mikir kesenengan ku sendiri. bikin gemuk badan nya sendiri tp anak nya dibiarin kurus kering begitu.
padahal anakku itu nurun genetik bapaknya yang kurus tinggi kayak bapaknya.
bapaknya juga kurus tp tinggi 180cm. nah bibitnya ke anakku ini. sering jg dibilangin gak bisa urus suami karna katanya biasanya suami itu jadi gemuk setelah menikah. sedangkan suamiku enggak begitu 😪😪
mulut tetangga nih enaknya diapain ya? di rujak apa di petis?? ehhh bedanya apa ya???? 🤣🤣🤣
entahlah. kalian juga #RelateGak pernah dikatain nggak becus jadi istri gara2 anak sama suami kurus2? padahal emg genetiknya badannya kurus. sedangkan aku doang yg gampang mekar. napas aja nambah sekilo aku. ☺☺☑️
... Baca selengkapnyaAku sempat panik juga waktu denger kata “stunting” di mana-mana. Apalagi kalau lihat poster di posyandu atau puskesmas, selalu bahas soal bayi stunting dan berat badan. Jadi akhirnya aku bener-bener cari tahu, biar nggak cuma ke-trigger omongan orang.
Hal pertama yang aku pelajari: stunting itu bukan cuma soal anak kurus. Stunting lebih ke masalah gagal tumbuh karena kekurangan gizi dalam jangka panjang, ditandai tinggi badan anak yang pendek untuk usianya menurut standar WHO. Jadi, anak bisa saja kelihatan kurus, tapi belum tentu stunting kalau tinggi dan perkembangan lainnya masih oke.
Yang aku lakukan:
1. Bawa buku KMS / buku pink ke posyandu.
2. Minta petugas timbang berat badan dan ukur tinggi badan anak.
3. Lihat grafik: apakah berat badan dan tinggi masih di garis hijau/kuning, atau sudah turun ke garis merah.
4. Tanya langsung ke bidan/dokter: “Bu, ini anak saya termasuk stunting nggak? Berat badan dan tinggi badannya normal nggak untuk usianya?”
Dari situ aku baru agak tenang, karena ternyata posisi berat badan memang di bawah teman-temannya, tapi masih dalam batas normal. Petugas juga bilang, kalau orang tua kurus atau tinggi, wajar kalau anaknya nggak bongsor. Genetik itu berpengaruh banget. Jadi istilahnya, ada anak yang memang “tipe kecil tapi sehat”.
Buat yang lagi galau soal bayi stunting dan berat badan, mungkin bisa cek beberapa hal ini:
- Apakah anak aktif, lari sana-sini, nggak gampang sakit?
- Nafsu makan ada, meski kadang pilih-pilih.
- Tiap bulan atau tiap beberapa bulan, berat dan tinggi tetap naik (meski pelan), bukan diam di tempat apalagi turun.
- Perkembangan lain seperti bicara, motorik, dan respon sosial sesuai usianya.
Kalau semua itu oke, kadang yang perlu kita perbaiki bukan anaknya, tapi rasa cemas kita karena omongan orang. Tapi kalau berat badan benar-benar nggak naik (TIDAK NAIK) dalam beberapa kali penimbangan, atau grafik di KMS sering turun, itu memang perlu diwaspadai dan sebaiknya konsultasi lebih lanjut.
Untuk makanannya sendiri, aku coba seimbangin: ada karbo (nasi, roti, kentang), protein hewani (telur, ayam, ikan), sayur, dan buah. Bukan berarti harus mahal, yang penting rutin dan bervariasi. Kalau anak lagi GTM, aku cari cara lain: bikin cemilan tinggi kalori tapi tetap sehat, misalnya roti isi telur, perkedel, puding susu, dll.
Sekarang kalau ada yang komentar “kok kurus banget, stunting ya?”, aku jawab santai aja: “Alhamdulillah kemarin baru cek ke bidan, masih di batas normal kok, emang keturunan kurus.” Pelan-pelan aku belajar bedain mana kritik yang membangun, mana cuma nyinyiran.
Intinya, jangan diagnosa sendiri cuma dari omongan tetangga. Lebih baik cek langsung ke tenaga kesehatan, lihat grafik tumbuh kembang, baru kita bisa lebih tenang dan tahu apa yang perlu diperbaiki.