Jangan jadi ayah yang egois yuk, biarkan anakmu bahagia. Dengan merebut hak asuh belum tentu hati anak dimenangkan.#fyp #jangkauanluas #opinion
Menghadapi perceraian memang bukan hal yang mudah, terutama bagi ayah yang merasa berhak penuh atas anaknya. Dari pengalaman pribadi dan pengamatan sosial, saya menyadari bahwa keegoisan dalam memperjuangkan hak asuh sering membuat anak justru merasa tertekan dan kehilangan ketenangan. Anak-anak membutuhkan suasana yang aman dan penuh kasih sayang, bukan pertentangan yang sengit antar orang tua. Jangan sampai hak asuh menjadi ajang pertarungan kekuasaan, karena itu bisa membawa dampak perceraian yang berat bagi psikologis mereka. Yang lebih penting adalah memahami bahwa merebut hak asuh tidak selalu berarti memenangkan hati anak. Kadang anak lebih butuh kebebasan untuk merasa dicintai tanpa tekanan memilih pihak tertentu. Saya sendiri menyarankan bagi ayah dan ibu untuk berbicara dengan bahasa hati dan mendahulukan kebutuhan anak daripada ego pribadi. Dampak perceraian pada anak memang tidak bisa dihindari, tapi dengan sikap yang dewasa dan pengertian, Anda sebagai orang tua masih bisa membuat anak tetap merasa bahagia dan disayangi. Jangan ragu untuk mendengarkan perasaan mereka dan menghindari konflik terbuka di depan anak. Selain itu, ada baiknya juga mencari dukungan dari ahli psikologi keluarga untuk membantu proses penyesuaian ini. Dengan begitu, walau tidak semua situasi bisa ideal, setidaknya anak dapat tumbuh dengan rasa aman dan bahagia.
































































