Thai milk bun, pernah viral pada masanya #bakingrecipe #milkbun #breads #tipsbaking
Membuat Thai milk bun di rumah bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memberi kepuasan tersendiri saat berhasil menghasilkan roti yang empuk dan harum. Dari pengalaman saya, kunci utama adalah memastikan adonan benar-benar kalis dan elastis sebelum masuk ke fase proofing. Ini membuat gluten dalam adonan berkembang dengan baik, sehingga roti bisa mengembang maksimal saat dipanggang. Proses proofing juga penting, biasanya saya melakukan dua kali proofing, yakni setelah pengulenan dan setelah pembulatan adonan. Proofing pertama memberikan waktu bagi ragi untuk aktif dan adonan menjadi mengembang dua kali lipat. Setelah kalis dan proofing pertama, tekan perlahan adonan untuk mengeluarkan udara berlebih, lalu bentuk bulatan kecil-kecil sebelum proofing kedua selama sekitar 50-60 menit. Selama proofing kedua, saya memastikan adonan tetap dalam suhu ruangan yang hangat agar ragi bisa bekerja optimal. Menggunakan kain lembab untuk menutup adonan juga membantu mencegah permukaan mengering. Saat adonan sudah mengembang dua kali lipat, segera panggang dengan suhu diatur agar bagian luar roti tidak terlalu cepat kecoklatan sementara bagian dalam belum matang. Saya pernah mencoba memanggang dengan suhu awal 180°C selama 15 menit, lalu turunkan menjadi 160°C selama 10 menit agar tekstur dalam roti tetap lembut. Hasilnya Thai milk bun yang empuk, bertekstur halus, dan rasa manis susu yang pas. Tips tambahan adalah gunakan bahan berkualitas, seperti tepung terigu protein sedang hingga tinggi dan susu segar untuk rasa optimal. Perhatikan juga takaran gula dan mentega agar roti tidak terlalu manis atau keras. Secara keseluruhan, berlatih membuat Thai milk bun adalah proses yang memerlukan kesabaran dan perhatian pada detail setiap tahap. Namun, hasil akhirnya bisa menjadi roti favorit keluarga yang lezat dan bernilai karena dibuat sendiri dengan penuh cinta.































