Ramadhan list : Doa Penjemput Rezeki anti Pinjol
Assalamu'alaikum lemonades...
Pernah nggak merasa cemas soal masa depan? Jujur, doa dari Kitab Abwabul Faraj ini jadi pengingat paling nyesek sekaligus menenangkan buat aku.
Doa ini bukan cuma minta dicukupkan materi, tapi minta dijaga "Izzah" (kemuliaan diri). Kita memohon supaya kening yang terbiasa sujud pada Allah ini, nggak perlu sampai tertunduk memohon belas kasihan pada manusia yang buruk perangainya.
Di bulan suci Ramadhan ini, yuk selipkan doa ini setelah Surat Al-Waqi’ah. Biar hati makin lapang, nggak gampang khawatir, dan percaya kalau Allah punya cara paling indah untuk mencukupi hamba-Nya.
Semoga kita semua dicukupkan rezekinya dan dijauhkan dengan pinjol, hutang & riba. Dan kalaupun sedang terjerat segera dibebaskan & dilunaskan 🤲
Save postingan ini untuk jadi checklist ibadah Ramadhan kamu ya! ☺
Follow untuk info & tips menarik lainnya ✨
Ramadhan memang waktu yang tepat untuk memperkuat iman dan memperbaiki kehidupan spiritual, salah satunya dengan rutin berdoa dan berzikir. Doa dari Kitab Abwabul Faraj yang dipadukan dengan Surat Al-Waqi’ah ini membawa pesan penting tentang menjaga ‘izzah atau kemuliaan diri. Saya pernah merasakan sendiri betapa doa ini membuat saya lebih tenang menghadapi kecemasan soal rezeki dan masa depan. Mengapa kita perlu berdoa agar hati tidak bergantung pada manusia, terutama dalam konteks pinjol atau pinjaman online? Karena seringkali ketergantungan itu bukan hanya mempersulit finansial, tapi juga menurunkan harga diri. Dalam doa ini, kita memohon agar Allah mencukupi kebutuhan kita tanpa harus tunduk memohon belas kasihan pada manusia yang mungkin tidak berperilaku baik. Selain itu, waktu terbaik untuk membaca doa ini sangat disarankan setelah Surat Al-Waqi’ah, atau saat suasana hati sedang tenang seperti setelah shalat tarawih atau saat sahur. Saya juga suka membacanya sambil menunggu waktu berbuka, supaya hati tetap fokus dan bersyukur atas rezeki yang datang. Bagi saya, membaca doa ini juga mengajarkan kemandirian hati dan memperkuat keyakinan bahwa hanya Allah sumber rezeki kita. Ini membantu mencegah ketergantungan pada pinjol yang sering membawa jerat hutang berbunga dan riba yang tidak diridhoi. Sebagai tambahan, saya pernah mencoba praktik menghindari pinjol dengan mengelola keuangan secara lebih bijaksana selama Ramadhan, termasuk menabung sedikit demi sedikit untuk kebutuhan mendesak. Dengan berdoa dan berusaha ikhtiar, saya merasakan ketenangan hati yang lebih besar, dan semoga pembaca juga dapat merasakan manfaatnya. Marilah kita jaga kemuliaan diri dan hati di bulan Ramadhan ini dengan doa dan amalan yang sesuai, menjauhkan diri dari hutang tidak berkah dan selalu bergantung sepenuhnya kepada Allah. Semoga kita semua dilimpahi rezeki yang halal, berkah, dan dijauhkan dari beban finansial seperti pinjol dan hutang riba.






