Resep sama, caranya sama, tapi rasanya ga pernah sama🥹
Kangen rumah, kangen masakan ibu. Padahal masakannya selalu sederhana tapi berasa “homie”
Sehat terus ibuk, aku masih mau makan masakan ibuk🥹🥹🥹
Ini bothok lamtoro resep dari ibuk:
Kelapa parut (muda)
Lamtoro/petai cina
Tahu (dikukus)
Teri
Daun salam
Daun pisang
Bumbu:
10 cabe keriting
5 cabe rawit
6 bawang merah
6 bawang putih
1 ruas kencur
Lengkuas
Daun jeruk
Garam
Kaldu jamur
Dikukus selama 30 menit
Memasak resep dari ibu memang selalu membawa nostalgia tersendiri, apalagi hidangan bothok lamtoro ini yang sangat khas dan sarat akan rasa "homie". Saya pernah mengalami bagaimana mencoba resep yang sama dari ibu tapi hasilnya tidak pernah bisa menyaingi rasa aslinya. Hal ini karena masakan ibu bukan hanya soal bahan dan resep, tapi juga tentang kehangatan dan perhatian yang tercurah dalam proses memasak. Untuk kembali mendekati rasa tersebut, saya belajar memahami bahan-bahan alami seperti kelapa parut muda yang memberikan tekstur lembut dan gurih, serta penggunaan lamtoro atau petai cina yang menambah cita rasa unik. Selain itu, penggunaan bumbu segar seperti cabe keriting, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, kencur, lengkuas, dan daun jeruk sangat penting agar aroma dan rasanya bisa maksimal. Cara mengukus selama 30 menit dengan daun pisang juga memberikan aroma khas yang tak tergantikan, menambah sensasi makan yang membawa memori tentang rumah dan kasih sayang ibu. Saya sendiri sering mencoba menyesuaikan jumlah cabai atau menambahkan sedikit kaldu jamur agar rasa lebih mendalam, namun tetap menjaga keseimbangan agar tidak mengalahkan rasa alami bahan utama. Selain kenikmatan rasa, bothok lamtoro juga mengandung manfaat nutrisi dari daun salam dan kelapa yang kaya akan serat dan lemak sehat. Menyajikan bothok ini tidak hanya sebagai pelipur rindu, tetapi juga sebagai pilihan makan sehat dan penuh nilai keluarga. Bagi yang ingin mencoba, penting untuk tidak hanya mengikuti resep secara mekanis, tetapi juga menjiwai setiap langkah memasak dengan perhatian dan cinta seperti yang dilakukan ibu. Dengan begitu, meski hasilnya tidak 100% sama, tetap ada kehangatan dan kenikmatan yang bisa dinikmati bersama keluarga.





