Baru Mulai Kuliah S1
Setiap orang punya wishlist dalam hidup yang ingin dicapai dalam hidup. Dan salah satu wishlistku adalah jadi sarjana 😁
Dulu ortuku tidak mampu untuk membiayai kuliah, dan waktu itu akses ke informasi beasiswa tidak semudah sekarang.
Dan sebenarnya, aku pernah kuliah juga di UT jurusan PGPaud, pas anak pertama masuk Paud, tapi cuma sampai semester 3, saat itu aku hamil anak ke 2 yang fase emesisnya lumayan parah, dan dengan berbagai pertimbangan aku ga lanjut kuliahnya.
Dan tahun ini, diusia 43, keinginan untuk kuliah lagi dan ceklist wishlist aku makin kuat. Saat aku curhat sama sahabatku yg seorang dosen, dia bilang "Tak ada kata terlambat untuk mencari ilmu". Dan dengan ijin suami, akhirnya dengan mantap aku daftar jadi mahasiswa UT 🤩
Buatku yang cuma IRT, kuliah diusia sekarang bukanlah hal yang tidak berguna, ini #TentangKehidupan yang ingin aku raih, tentang #impianku yang ingin aku wujudkan.
Adakah yang #relate juga?
Memulai kuliah S1 di usia 40-an bukanlah hal yang mustahil dan justru dapat menjadi pengalaman berharga yang penuh makna. Seiring bertambahnya usia, alasan dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan biasanya semakin kuat, seperti keinginan untuk mewujudkan impian yang tertunda atau mengembangkan diri untuk peluang yang lebih baik di masa depan. Kuliah di Universitas Terbuka (UT) memberikan fleksibilitas waktu belajar yang sangat sesuai bagi para ibu rumah tangga (IRT) atau mereka yang memiliki kesibukan lain, sehingga pendidikan tinggi tetap dapat diraih tanpa harus mengorbankan tanggung jawab keluarga. Selain itu, UT menyediakan berbagai program studi dan kemudahan akses informasi beasiswa yang dapat dimanfaatkan demi meringankan beban biaya. Dalam proses belajar, tidak jarang terjadi tantangan seperti kesehatan dan waktu, seperti yang dialami saat hamil dengan kondisi emesis yang parah. Namun, dengan dukungan dari keluarga terutama suami dan kata-kata motivasi dari figur penting — "Tak ada kata terlambat untuk mencari ilmu" — semangat untuk melanjutkan pendidikan tetap hidup. Momen ini juga menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa wishlist atau daftar keinginan hidup adalah hal yang bisa dicapai kapan saja selama ada niat dan usaha. Bagaimanapun usia bukanlah penghalang, melainkan pengalaman hidup yang semakin memperkaya cara pandang kita terhadap pendidikan dan pengembangan diri. Selain aspek pribadi, penting pula untuk disadari bahwa berkuliah pada usia dewasa dapat membuka kesempatan networking dengan berbagai kalangan dari berbagai usia yang memiliki minat dan tujuan serupa. Ini tentunya akan menambah pengalaman belajar yang lebih bermakna serta berguna untuk kehidupan sosial dan profesional ke depan. Jadi, bagi para pembaca yang memiliki keinginan yang sama atau merasa ragu untuk memulai kembali pendidikan di usia matang, cerita dan pengalaman ini bisa jadi penyemangat dan bukti nyata bahwa mengejar ilmu adalah hak setiap orang tanpa batasan usia, dan setiap langkah kecil untuk belajar akan membuahkan hasil besar untuk masa depan.


nggak ada kata telat untuk menuntut ilmu kak, semangat