#kulinerkereta
Setiap naik kereta jarak jauh, aku hampir selalu kepo sama menu kuliner kereta, salah satunya nasi goreng Parahyangan. Dulu aku sering mikir, “Ah paling biasa aja, mahal doang karena dijual di kereta.” Tapi karena penasaran dan lagi laper banget, akhirnya aku cobain juga. Begitu dateng, yang pertama kali aku lihat itu tentu kerupuknya yang lumayan banyak, sampai kebayang kalimat di kepala: “KERUPUK DOANG GORENG” wkwk. Tapi di luar itu, porsi nasi goreng Parahyangan ternyata nggak pelit. Nasinya udah dibumbuin, ada sayur sedikit, dan biasanya dilengkapi telur or suwiran ayam (tergantung varian dan jadwal kereta, kadang beda-beda tipis). Untuk rasa, menurutku standar ke arah enak, bukan tipe nasi goreng kaki lima yang super smoky, tapi juga nggak hambar. Bumbunya cenderung aman buat semua lidah, nggak terlalu pedas, jadi kalau kamu pecinta pedas mungkin perlu minta saus atau bawa sambal sasetan sendiri. Kelebihannya, dimakan pas masih hangat di tengah hawa dingin AC kereta itu rasanya jadi naik satu level lebih nikmat. Yang sering ditanya orang: “Worth it nggak dibanding beli di stasiun atau bawa dari rumah?” Kalau dari segi harga, jelas lebih mahal dibanding nasi goreng pinggir jalan. Tapi yang dijual di sini itu sebenarnya kemudahan dan kenyamanan: kamu tinggal duduk, pesen, makanan dianter, nggak perlu turun, nggak takut ketinggalan kereta. Buat aku pribadi, kalau lagi perjalanan malam atau sudah kelaparan di tengah jalur yang jauh dari mana-mana, nasi goreng Parahyangan ini lumayan jadi penyelamat. Tips dari pengalamanku: 1. Pesan agak awal sebelum jam makan rame, supaya nggak kehabisan dan masih hangat. 2. Kalau kamu tipe yang suka porsi besar, bisa banget tambahin cemilan lain, misalnya kerupuk tambahan atau camilan yang kamu bawa sendiri. 3. Siapin minum sendiri biar lebih hemat, karena minuman di kereta juga harganya di atas rata-rata minimarket. Buat kamu yang lagi cari info soal nasi goreng Parahyangan di kereta, menurutku ini cocok buat dicoba minimal sekali, terutama kalau kamu suka eksplor kuliner kereta. Nggak perlu expect selevel resto mahal, tapi untuk ukuran makanan di perjalanan, rasanya udah cukup bikin kenyang dan nyaman sampai stasiun tujuan.













