Becha Matsuri
Becha Matsuri merupakan tradisi "memukul orang menggunakan bambu".
jika berkunjung ke Perfektur kagawa, tepatnya di kota Sakaide setiap bulan Desember. jangan kaget bila melihat ada kerumunan orang yg bukan lari menjauh pas ada laki-laki memakai topeng setan, tapi malah mendekat. festival ini bernama Becha Matsuri.
secara garis besar, ini merupakan festival pengusiran roh jahat. Tapi uniknya, aksi pengusirannya pakai aksi Kejar-kejaran.
Pertama kali dengar kata "Becha Matsuri 2023", aku kira ini cuma festival biasa dengan parade dan jajanan. Ternyata konsepnya cukup ekstrem buat standar "parenting modern" yang lembut-lembut: orang-orang, termasuk remaja bahkan kadang anak-anak yang didampingi orang tua, justru sengaja mendekat ke laki-laki bertopeng oni (setan) untuk… dipukul pakai bambu. Di kota Sakaide, Perfektur Kagawa, suasananya berubah total saat malam Becha Matsuri dimulai. Jalanan kecil yang biasanya sepi tiba-tiba penuh warga lokal yang sudah siap-siap. Ada yang pakai jaket tebal, ada yang bawa kamera, dan banyak juga yang tampak tegang tapi excited. Begitu sosok oni dengan topeng seram dan bambu di tangan muncul, kerumunan otomatis membuka jalan, lalu pelan-pelan mendekat lagi. Konsepnya, pukulan bambu ini dipercaya bisa mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan untuk tahun berikutnya. Jadi walaupun kelihatannya seperti kekerasan, sebenarnya ini ritual tradisional yang sudah turun-temurun. Biasanya bambu tidak dipukulkan sekeras itu, lebih seperti sentuhan atau tepukan keras di punggung atau kaki. Dan ada panitia yang mengawasi supaya tetap aman. Yang menurutku menarik, orang tua di sana terlihat santai saja. Ada anak yang menangis karena takut lihat topeng oni, tapi ada juga yang justru tergelak setelah "kena" pukul bambu. Kalau dipikir, kalau tradisi ini ada di Indonesia, pasti bakal ramai perdebatan. Di satu sisi orang bisa bilang ini bertentangan dengan gaya parenting modern yang anti kekerasan, di sisi lain ada yang mungkin melihatnya sebagai bagian dari budaya dan cara mendidik anak supaya berani. Buat yang mau datang ke Becha Matsuri, beberapa tips dari pengalamanku: 1. Datang lebih awal supaya dapat posisi enak untuk foto dan video, tapi tetap jaga jarak kalau belum siap dikejar. 2. Pakai pakaian yang nyaman dan agak tebal. Selain musim dingin, pukulan bambu akan terasa lebih ringan kalau pakainya jaket. 3. Kalau bawa anak, pastikan mereka benar-benar paham ini festival dan bukan situasi bahaya. Jangan dipaksa mendekat kalau mereka takut. 4. Hormati aturan lokal dan ikuti arahan panitia. Ingat, ini ritual keagamaan/budaya, bukan sekadar hiburan. 5. Setelah selesai, sempatkan eksplor kota Sakaide dan coba kuliner lokal Kagawa, terutama udon yang terkenal di sana. Bagi yang tertarik budaya Jepang yang unik dan agak "kontras" dengan nilai-nilai modern, Becha Matsuri bisa jadi pengalaman yang membuka wawasan. Aku sendiri pulang dengan badan agak pegal tapi hati senang, sekaligus kepikiran: sejauh apa tradisi boleh tampak keras di mata kita, tapi tetap diterima karena makna spiritual dan sejarahnya panjang.


































