Puasa bukan hanya soal menahan lapar & haus.

Puasa bukan hanya perjuangan fisik, tetapi juga spiritual dan psikologis. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah perisai (dari api neraka).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Perisai ini bukan hanya melindungi dari makanan dan minuman, tetapi juga dari segala bentuk dosa dan maksiat.

Oleh karena itu, menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain, menjaga mata agar tidak memandang hal-hal yang dilarang, menjernihkan pikiran dari prasangka buruk, dan membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, dan kebencian adalah bagian penting dari ibadah puasa.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata'ala agar dijauhkan dari segala bentuk maksiat, Aamiin.

#RamadhanGuide #Lemon8 #ramadhankareem🌙 #reminderlemon8

3/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi saya selama menjalankan ibadah puasa sering membuka mata bahwa puasa itu jauh melampaui aspek fisik. Menahan lapar dan haus memang sudah menjadi kewajiban, namun tantangan terbesar justru datang dari menjaga hati dan pikiran. Misalnya, saya belajar untuk lebih berhati-hati dengan perkataan agar tidak menyakiti orang lain. Ada kalanya godaan untuk berkata kasar atau bergosip sangat kuat, apalagi saat merasa lelah. Namun, mengingat bahwa puasa adalah perisai, saya berusaha menolak godaan tersebut untuk menjaga kesucian ibadah. Selain itu, menjaga pandangan juga sangat penting agar kita tidak terjerumus ke hal-hal yang dilarang. Saya mencoba berlatih untuk fokus pada hal-hal positif dan menjauhkan diri dari tontonan atau situasi yang bisa menimbulkan rasa iri atau dengki. Melatih pikiran untuk tetap bersih dari prasangka buruk membantu saya merasa lebih tenang dan damai selama puasa. Puasa bagi saya juga menjadi waktu refleksi untuk memperbaiki karakter dan mempererat hubungan dengan Allah. Membersihkan hati dari kebencian dan iri tidak mudah, tapi dengan niat yang tulus dan konsisten, saya merasakan perubahan yang positif dari bulan ke bulan. Semoga pengalaman ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua bahwa puasa adalah ibadah menyeluruh yang menuntut kerja keras dari fisik, jiwa, dan akhlak. Inilah esensi puasa yang sesungguhnya, agar kita tidak hanya terjaga dari lapar dan haus, tetapi juga terjaga dari perbuatan dosa. Semoga kita semua selalu diberi kekuatan dan istiqamah dalam menjalankan ibadah suci ini.