Ishhh.....mata ku kebanjiran air mata hikss Krn baca ulang manhwa ini lagi😭
Michaelis Agnito, Salah satu karakter paling bucin dalam sejarah manhwa selain ditrian. ML yg ngebalikin waktu tu banyak, tapi biasanya mereka inget, ini dia rela nggak inget dan ngasih semua kendali ke Eve. Jadi inget Clock Zero, hiks🥹
sisain 1 cowok seperti babang Michael plis🫠
Title: Revolutionary princess eve / 황녀, 반역자를 각인시키다 / The Princess Imprint The Traitor / The Traitor Conqueror Princess
Summary:
Putri ketujuh, Evenrose, sudah pernah meninggal. Kenangan terakhirnya adalah tentang keluarga kekaisaran yang dihancurkan oleh Homunculus, para budak pemberontak, dan tentang saudara perempuannya yang berpihak pada para pemberontak dan mendesaknya untuk melarikan diri dari eksekusi yang menyakitkan dengan menelan racun. Namun, ketika dia membuka matanya lagi, "Aku... aku tidak mati." Dia menyadari bahwa dia telah kembali delapan tahun ke masa lalu, kembali ke masa sebelum saudara perempuannya yang kejam, Bridgette, dipilih sebagai kaisar berikutnya. Diberi kesempatan untuk mencegah jatuhnya keluarga kekaisaran dengan memilih diri sendirinya sebagai kaisar berikutnya, dia memutuskan untuk melangkah ke singgasana bersama Michael, raja Homunculus dan monster penjara umum, untuk memenangkan hati kaisar. "Aku sangat membutuhkanmu, Michael." Akankah Evenrose dapat menangkapnya dan melindungi keluarga kekaisaran dengan aman?
... Baca selengkapnyaKayaknya tiap kali nama Michaelis Agnito lewat di timeline, hati aku langsung keinget lagi sama semua pengorbanan dia. Waktu pertama kali baca Revolutionary Princess Eve / 황녀, 반역자를 각인시키다, aku kira dia cuma typical male lead dingin-misterius. Tapi makin lama, karakter dia makin dalem banget.
Yang bikin aku jatuh hati, justru karena konsep "once you're alive again" di manhwa ini bukan cuma berlaku ke FL, tapi kayak jadi titik balik buat hubungan mereka. Evenrose dapet kesempatan hidup lagi dan ngubah takdir, tapi di sisi lain Michael kayak diam-diam ikut taruhan yang sama tingginya. Dia literally kasih pilihan ekstrem ke Eve: "you need to decide whether to choose me as your knight, or kill me." Dari situ aja kerasa banget kalau dia nggak pengin setengah-setengah – mau dicintai sepenuhnya, atau dihapus sekalian.
Beda sama kebanyakan ML time regression lain yang masih inget semua timeline sebelumnya dan otomatis protektif, Michaelis Agnito ini kerasa tragis karena dia seakan-akan siap kehilangan segalanya. Dia raja Homunculus, monster penjara umum, tapi di sisi lain dia juga cowok yang "had already fallen deeply in love with her" bahkan sebelum hubungan mereka jelas. Kontras antara posisinya sebagai ancaman kerajaan dan perasaannya ke Eve itu yang bikin tiap panel mereka berdua berasa nyelekit.
Buat yang suka ML tipe bucin tapi complicated, Michaelis itu paket lengkap: posesif tapi tetap kasih pilihan, kuat tapi kelihatan rapuh kalau menyangkut Eve. Adegan saat dia cuma bisa berdiri dari kejauhan, ngeliatin Eve minum teh di taman, itu kelihatannya sederhana tapi menurutku justru nunjukin seberapa besar dia nahan diri. Apalagi panel ketika Eve berdiri di taman bunga sementara sosok Michael kayak memudar di sisi kanan, vibe-nya bener-bener kayak hidup dan kehampaan yang saling berdampingan.
Yang bikin aku makin nggak bisa move on adalah momen-momen kecil mereka: Eve bersandar di bahunya, Michael pakai penutup mata, mereka saling menggenggam tangan seakan lagi janji nggak bakal ninggalin satu sama lain. Dari situ kelihatan kalau hubungan mereka nggak cuma soal politik dan takhta, tapi juga dua orang yang sama-sama rusak berusaha nyelamatin satu sama lain.
Kalau kamu lagi nyari manhwa dengan male lead model "sekali jatuh cinta, nggak ada jalan mundur", menurutku kamu wajib kenalan sama Michaelis Agnito. Siap-siap aja, soalnya makin dalam kamu ngerti motif dan masa lalunya, makin susah juga buat nggak ikutan nangis bareng Evenrose.
Inner thought ML-nya "YANG BENER AJA NENGGG UDAH AA TEBOLAKIN DUNIA BUAT ENENG, ENENGNYA MOKAD GITU NEEEEEENGGGGG"