Culture Shock di Solo ✨
Orang kalimantan pindah ke solo.. langsung culture shock wkwkw
Setelah tinggal di Solo, aku semakin terbuka dengan budaya lokal yang berbeda dari Kalimantan. Salah satu hal paling menarik adalah variasi rasa makanan Solo yang tidak selalu manis seperti yang aku bayangkan. Banyak makanan di sini yang paduan rasa manis dan asin yang unik, bahkan ada rujak khas Solo yang namanya lotis, beda banget sama rujak di Kalimantan. Aku juga sering jalan-jalan ke Masjid Raya Solo yang memang bukan hanya tempat ibadah, tapi juga destinasi wisata favorit karena keramaiannya dan keindahan arsitekturnya. Biasanya aku ketemu banyak orang dari luar Solo saat di sana, jadi makin seru buat mengenal budaya yang berbeda. Selain itu, aku juga suka banget ikut Car Free Day (CFD) di Solo. Serunya, area CFD ini di tengah rel kereta api, dan banyak banget aktivitas unik mulai dari kuliner hingga hiburan seperti pijat di tengah jalan. Harga makanan yang sangat terjangkau membuat aku sering kalap belanja kulineran, apalagi sarapan cuma dengan uang lima ribu rupiah sudah kenyang! Lokasi Solo yang dekat dengan Jogja juga jadi nilai plus. Aku bisa naik KRL cuma dengan biaya sekitar delapan ribu rupiah, jadi gampang banget buat jalan-jalan ke Jogja yang juga punya banyak tempat menarik. Pengalaman pindah dan menyesuaikan diri di Solo memberikan aku sudut pandang baru soal budaya dan gaya hidup yang berbeda dari asal. Buat kalian yang penasaran sama culture shock di Solo, aku rekomendasiin banget buat coba sendiri dan nikmati keunikan kota ini!






