Selama ini aku sering dengar, don't judge a book by its cover. Ternyata memang benar. 📚

Dua novel ini punya cover yang cantik dan estetik, tapi isi ceritanya menyimpan misteri, luka, bahkan nuansa horor yang nggak disangka.

Kadang, justru buku dengan tampilan paling lembut menyimpan cerita yang paling membekas.

Kalau kamu lebih tertarik baca yang mana dulu?

#KeretaSemarLembu #KetikaSenjaJatuhDiNara #ReviewBuku #zakyyamani #booktok

7/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSeringkali kita menilai sebuah buku dari sampulnya, padahal isi cerita bisa sangat berbeda. Pengalaman saya saat membaca novel 'Kereta Semar Lembu' dan 'Ketika Senja Jatuh di Nara' membuktikan hal ini secara nyata. 'Kereta Semar Lembu' membawa saya masuk ke dalam dunia mitologi Jawa yang dipadukan dengan unsur horor, menciptakan suasana mencekam yang perlahan membuat saya penasaran untuk terus membalik halaman. Karakter Lembu dan perjuangannya menghadapi kutukan serta misteri dunia gaib sangat terasa nyata dan membekas. Novel ini tidak hanya menghibur, tapi juga menambah wawasan saya mengenai cerita rakyat Indonesia dan kepercayaan di masyarakat. Sementara itu, 'Ketika Senja Jatuh di Nara' menyuguhkan kisah yang lebih personal dan emosional tentang pencarian jati diri Debora Nara. Di balik cover yang lembut dan estetik, tersimpan luka keluarga yang dalam dan rahasia kelam masa lalu. Saya merasakan perjalanan batin yang penuh liku, lengkap dengan nuansa misteri yang terselip indah sepanjang cerita. Dua novel ini mengajarkan saya pentingnya tidak menilai buku hanya dari tampilannya, karena terkadang kisah terdalam justru tersembunyi rapi di balik sampul yang paling sederhana. Bagi pecinta cerita horor dan misteri yang mencari pengalaman membaca yang berbeda, kedua karya ini wajib dicoba. Mana yang ingin kamu baca lebih dulu?

Cari ·
cara membuat chicken mini 1000an