3/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalau kamu baru nemu judul Bridge to Terabithia dan mikir ini cuma film fantasi buat anak-anak, siap-siap kaget. Aku juga awalnya kira bakal santai, ternyata malah dihantam rasa sesak yang lama banget hilangnya. Buat yang penasaran, film Bridge to Terabithia itu sebenarnya menceritakan tentang apa sih? Secara garis besar, Bridge to Terabithia menceritakan persahabatan dua anak, Jess Aarons dan Leslie Burke. Mereka sama-sama ngerasa kesepian dan nggak benar-benar nyatu di dunia nyata. Jess sering ngerasa nggak dianggap di rumah dan di sekolah, sementara Leslie juga dianggap “aneh” karena imajinasi dan cara pikirnya yang beda. Dari rasa sama-sama sendiri itu, mereka menciptakan dunia fantasi bernama Terabithia di dalam hutan. Terabithia ini bukan cuma tempat main, tapi jadi ruang aman buat Jess dan Leslie. Di sanalah mereka ngerasa bebas, berani, dan bisa jadi versi terbaik dari diri sendiri. Semua makhluk fantasi di sana sebenarnya simbol dari ketakutan dan masalah mereka di dunia nyata. Jadi kalau kamu lihat Jess dan Leslie berpetualang di Terabithia, itu kayak cara mereka melawan rasa takut, bullying, dan kesepian. Nah, yang sering bikin orang cari "ending Bridge to Terabithia" atau "endingnya apa" adalah karena titik balik ceritanya benar-benar bikin kaget. Tanpa spoiler detail terlalu dalam, yang jelas ada kejadian tragis yang melibatkan Leslie. Dari situ, fokus film beralih ke bagaimana Jess menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan duka yang berat banget buat ukuran anak seusianya. Ending film Bridge to Terabithia menurutku bukan sekadar sedih, tapi juga tentang bagaimana Jess akhirnya belajar menerima bahwa Terabithia dan Leslie bakal selalu hidup di ingatannya. Di bagian final scene, jembatan yang dibangun Jess punya makna besar: itu simbol kalau ia sudah sedikit demi sedikit berdamai dengan kehilangan, dan berani mengajak orang lain masuk ke dunia yang dulu cuma milik dia dan Leslie. Yang bikin film ini nyesek parah adalah karena hubungan Jess dan Leslie digambarkan sangat tulus. Mereka saling dukung, saling menguatkan, dan Leslie benar-benar membantu Jess untuk melihat dunia dengan cara yang lebih berwarna. Jadi waktu sampai di ending, rasa kehilangannya berasa nyata banget, seolah kamu sendiri yang lagi berdiri di jembatan itu bareng Jess. Kalau kamu lagi cari film sedih kayak Miracle in Cell No. 7, Grave of the Fireflies, atau Manchester by the Sea, Bridge to Terabithia ini wajib banget masuk list. Tapi saran jujur dariku: jangan tonton sendirian kalau kamu gampang kebawa perasaan. Siapin tisu, dan mungkin juga waktu buat merenung setelah credit title-nya kelar, karena pesan soal persahabatan, duka, dan cara kita menghargai orang terdekat bakal nempel lama di kepala.

Cari ·
canon s200 review