Wajib Tahu ! Sadari mulai saat ini 😱

Hallo Sobat Lemon 🍋

Adakah yang pernah ngelakuin kebiasaan seperti di atas ??? kamu gak sendiri kok aku juga sering, tapi kalau aku ingat aku langsung stop kebiasaan itu 🙈

Nah, tanpa sadar pasti banyak kan dari kalian yang kaya gitu juga. Ternyata eh ternyata guys itu dalam dunia psikologi, perilaku ini sering disebut sebagai BFRB (Body-Focused Repetitive Behavior). BFRB ternyata bukan sekedar kebiasan biasa guys, kadang kala penderitanya ini sangat ingin menghentikan perilaku ini tapi gak bisa 😱. Oleh sebab itu guys Kalau kebiasaan ini sampai membuat luka yang dalam atau sulit berhenti meski sudah dicoba, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli untuk memastikan ini bukan ke arah dermatillomania (gangguan ekskoriasi). Oke guys semoga membantu ya guys, dan ingat ya yuk segera sadari sebelum terlambat, semoga bermanfaat 🤗. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😍.

#ReviewJujur #PengalamanKu #DiskusiYuk #mentalitytips #ngontenbareng

Lemon8_ID Lemon8IRT

4/21 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah mengalami kebiasaan Body-Focused Repetitive Behavior (BFRB), saya memahami betapa sulitnya menghentikan perilaku ini meskipun sadar bahwa itu tidak baik. Contohnya, saya sering menggigit kulit di sekitar kuku ketika sedang stres atau bosan tanpa sadar. Awalnya saya anggap itu hanya kebiasaan biasa, namun lama-kelamaan kulit saya menjadi rusak dan bahkan berdarah kecil. Hal ini sangat mengganggu kepercayaan diri saya. Dari pengalaman pribadi, langkah pertama yang sangat membantu adalah mencoba mengalihkan tangan saya ke aktivitas lain. Saya mulai menggunakan stress ball dan juga mencoba memainkan hand cream sebagai cara untuk mengalihkan fokus. Ini sangat efektif terutama ketika saya merasa mulai ingin melakukan kebiasaan lama itu, terutama saat menonton TV atau saat melamun. Selain itu, saya belajar mengenali "pemicu" kebiasaan ini, seperti rasa stres, kebosanan, atau keinginan untuk mendapatkan stimulasi tertentu. Dengan sadar akan momen-momen seperti itu, saya bisa lebih waspada dan berusaha mengganti kebiasaan tersebut dengan hal yang lebih positif. Untuk teman-teman yang mengalami hal serupa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli, terutama jika kebiasaan ini sampai menyebabkan luka yang parah atau tidak bisa dihentikan meskipun sudah berusaha. Gangguan seperti dermatillomania bisa memerlukan penanganan khusus dari psikolog atau psikiater. Terakhir, selalu ingat bahwa perubahan membutuhkan waktu dan kesabaran. Mendukung diri sendiri dengan lingkungan yang positif, berbagi pengalaman dengan orang lain, dan tetap termotivasi untuk berubah adalah kunci sukses mengatasi BFRB. Semoga pengalaman ini bisa menjadi motivasi dan bantuan bagi yang juga mengalami hal sama.

6 komentar

Gambar ealist
ealist

ih aku seringnya liat temenku gigit2 kuku tapi pas kecil sih. kukunya jadi jelek banget😂

Lihat lainnya(1)
Gambar Evie Anggelina
Evie Anggelina

Wahh Makasih sharing nya kk cantik🥰 sangat bermanfaat nihh👍🤩

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya