Kadang kita bingung mau mulai nulis dari mana, pengen mulai sesuatu kadang ngerasa ah udah terlambat, umur udah segini ngapain mulai hal-hal kayak gini! ✨
Simple, sederhana tapi bikin hati bahagia dan plong! Tapi bikin emosi plong aja nggak cukup bikin kita jadi benar-benar hidup!
Bakal jadi makin berkesan kalau kita bisa bikin sebuah tulisan tapi ada arah & tujuan dengan konsep sederhana ini🫶🏻
Jadi ada arahnya hal yang mau kita kembangin apaaaaa xixixixi 🥰❤️
2025/8/2 Diedit ke
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali denger kata Ikigai, aku juga cuma tau dari Pinterest ikigai diagram yang bentuknya lingkaran-lingkaran warna-warni itu. Kelihatannya rumit, padahal setelah dicoba ditulis pelan-pelan di jurnal, ternyata bisa jadi cara sederhana buat kenal diri sendiri.
Secara gampangnya, Ikigai itu titik temu antara empat hal: apa yang kamu suka (passion), apa yang kamu bisa (skill), apa yang dunia butuhkan (mission), dan apa yang bisa dibayar (vocation). Dulu aku juga bingung, vocation artinya apa sih? Ternyata vocation itu lebih ke panggilan hidup atau pekerjaan yang bener-bener pengen kamu tekuni, yang ideally juga bisa jadi sumber penghasilan.
Supaya nggak cuma jadi konsep di kepala, aku mulai terapin Ikigai di journaling harian. Di halaman pertama, aku tulis judul besar: "IKIGAI JOURNAL". Terus aku bagi beberapa bagian:
1. Bagian Passion
Aku tulis pertanyaan kayak:
- Hal apa yang bikin aku merasa hidup dan bersemangat?
- Aktivitas apa yang sering bikin aku lupa waktu?
Jawabannya nggak perlu rapi, yang penting jujur. Boleh banget corat-coret, pakai stiker, pakai pulpen warna pink biar makin semangat.
2. Bagian Skill
Di sini aku tulis:
- Hal apa yang orang lain sering puji dari aku?
- Skill apa yang kalau aku pelajari lebih serius, bisa bikin aku berkembang?
Kadang kita ngerasa nggak punya keahlian, padahal hal kecil kayak jago dengerin curhat atau rapi bikin catatan itu juga skill.
3. Bagian Mission
Bagian ini lebih ke: dunia atau orang di sekitarku butuh apa, yang sebenarnya bisa aku bantu? Misalnya, bantu orang lain lebih semangat, bantu bikin konten yang relate, atau sekadar menyebarkan good vibes.
4. Bagian Vocation
Nah, di sini aku mulai mikir: dari passion, skill, dan mission tadi, kira-kira mana yang pelan-pelan bisa jadi pekerjaan atau sumber penghasilan? Nggak harus jawab hari itu juga, yang penting mulai nulis dulu.
Kadang aku pakai jurnal khusus kayak "Quranic Law of Attraction Daily Journal" supaya sekalian latihan bersyukur dan manifestasi. Di situ aku gabungin: nulis hal-hal yang bikin aku bahagia, ayat atau quotes yang nyentuh hati, plus catatan kecil tentang langkah kecil yang mau aku lakukan besok.
Kalau kamu sering ngerasa "ah, umur udah segini, telat kali baru mulai journaling atau cari Ikigai", coba santaiin dulu pikiran itu. Aku juga mulai nggak dari umur belasan. Yang penting sekarang kamu mulai ambil satu halaman kosong, tulis satu pertanyaan: "Hal apa yang membuatku merasa hidup dan bersemangat?". Jawab sejujurnya, tanpa mikirin bagus atau jelek.
Pelan-pelan, kalau halaman-halaman jurnalmu mulai terisi, kamu bakal lihat pola. Dari situ, arah hidup kerasa lebih jelas. Terapi menulis dengan konsep Ikigai ini bukan buat langsung nemuin jawaban besar, tapi buat nemenin kamu jalan pelan-pelan keluar dari rasa hampa dan bingung mau mulai dari mana.
thanks for sharing