2008 udah mulai nulis buku harian, nulis apa sih? Cowok yang aku suka + mimpi2ku!
Ternyata gapapa loh nulisin ke keselan kita, kesedihan kita atau hal yang tidak bisa kita ungkapkan, ga semua orang punya kapasitas untuk bisa curahkan isi hatinya ke orang lain, namun lewat lembar demi lembar kita bisa lebih jujur, dan ternyata dari 2008 emang aku tuh ga bisa boong kalau suka sama temen sekelasku.
Siapa sangka akhirnya kita terus mengisi hari kita satu sama lain dengan jadi Human Diary satu sama lain, cerita hal random tentang sekolah, jalanin usaha bareng eh ternyata akhirnya kita menikah 😆😍😛
Cobain deh nulis, apapun itu! Tuliskan! Karena kita gapernah tau bahwa ternyata hal yang jujur itu kadang cuma berani kita ungkapkan lewat menulis!!!
Waktu pertama kali mulai nulis buku harian tahun 2008, isi diary-ku simpel banget: curhat tentang cowok yang aku suka, kekesalan di sekolah, dan mimpi-mimpi random soal masa depan. Awalnya malu, tapi lama-lama nulis jadi satu-satunya tempat aku bisa jujur. Di lembaran kertas itu, aku bisa nulis semua perasaan yang nggak berani aku omongin ke siapa pun. Kalau kamu lagi cari ide isi buku diary tentang cinta, coba mulai dari hal-hal kecil. Misalnya: - Tulis tanggal dan tempat, kayak di fotoku ada tulisan 2008, 2014, 2018, 2022, 2023, 2025. Itu bikin kamu inget momen penting. - Ceritakan siapa orang yang kamu suka: bukan cuma namanya, tapi gimana perasaanmu tiap kali ketemu dia, hal kecil yang bikin kamu jatuh hati. - Tulis mimpi kalian: pengen kuliah di mana (kayak momen di UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA di 2018), pengen liburan ke mana, atau cita-cita bareng. Di tahun 2014, isi diary-ku mulai berubah. Bukan cuma soal suka-sukaan, tapi tentang perjalanan kami bareng: projek kecil, usaha bareng, dan obrolan random yang ternyata penting. Di buku harian warna merah muda itu, aku tempel foto kami dan nulis harapan sederhana: semoga masih bisa cerita satu sama lain sampai tua. Kerennya, tanpa sadar, isi buku diary tentang cinta itu pelan-pelan ngegambarin perjalanan hubungan kami. Dari teman sekelas, jadi sahabat, terus jadi Human Diary satu sama lain. Human Diary buat aku artinya: dia orang pertama yang baca isi hatiku, dan aku juga jadi pendengar buat cerita-ceritanya. Tahun 2018, aku nulis tentang rasa bangga waktu kami foto di depan UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA. Bukan cuma soal kampusnya, tapi rasa syukur karena mimpi yang dulu cuma ditulis di diary ternyata pelan-pelan jadi nyata. Tahun 2022, isi diary penuh cerita capek tapi seru, kayak nunggu di halte sambil bawa koper merah muda dan minum bareng. Itu hal kecil, tapi justru jadi memori manis. Kalau kamu bingung mau nulis apa, bisa mulai dari: - Cerita first impression waktu pertama kali kenal dia. - Momen favorit kalian tiap tahun, kayak 2023 di atas perahu dengan laut biru, atau 2025 saat pegang kue ulang tahun bareng. - Hal-hal yang kamu syukuri tentang dia: sifat baiknya, cara dia bikin kamu merasa aman. Isi buku diary tentang cinta nggak harus selalu manis. Tulis juga rasa takut, cemburu, atau sedihmu. Aku sering nulis tentang ketakutan kalau suatu hari hubungan ini nggak berjalan sesuai harapan. Tapi justru dengan jujur nulis, aku bisa lebih ngerti diriku sendiri. Sampai di halaman dengan tulisan 2025, aku masih nulis, "Masih ada nama dia di dalam buku harianku, dan kini jadi Human Diary." Buatku, diary bukan sekadar tempat curhat, tapi saksi hubungan kami dari awal. Jadi kalau kamu lagi jatuh cinta, coba deh mulai nulis. Suatu hari, kamu bisa buka lagi halaman-halaman lama dan sadar: kamu sudah sejauh ini. Intinya, isi buku diary tentang cinta adalah kombinasi antara perasaan jujur, mimpi, dan momen-momen kecil yang kamu abadikan. Nggak perlu indah atau baku, yang penting jujur dari hati. Siapa tahu, tulisan yang kamu mulai hari ini jadi cerita panjang yang akan kamu senyumin beberapa tahun lagi.






