Yeay!🥰❤️
Terimakasi ya teman2 Bocil yang sudah mendukung Warcil terusss 🥰❤️
Buat yang penasaran, CHOCOCIL itu apa sih? Versi aku: CHOCOCIL = cemilan buah-buahan yang dicelup coklat, ala warung kecil (Warcil) gitu, tapi vibes-nya bocil-bocil yang bantuin jualan. Jadi bukan cuma jajan, tapi juga ada cerita di baliknya. Biasanya aku sediain beberapa pilihan buah: pisang, nangka, mangga, melon, apel, semangka, strawberry, anggur, plus roti dan marsmellow. Semuanya ditusuk satu-satu, kaya sate buah gitu. Bocil-bocil yang datang biasanya seneng banget bagian nusuk-nusukin buahnya, berasa ikutan ‘bisnis’ kecil-kecilan. Harga CHOCOCIL di Warcil aku serba 2K per tusuk, jadi aman banget buat kantong anak sekolah. Mereka bisa pilih sendiri kombinasi buahnya, mau full pisang, campur stroberi-anggur, atau pakai roti. Setelah itu baru dicelup ke coklat, bisa pakai celupan coklat biasa plus choco crunchy, terus ditaburi topping kayak springkle warna-warni atau keju parut. Yang bikin aku semangat terus jalanin CHOCOCIL ini, jujur bukan cuma soal jualannya laku atau nggak, tapi suasana bocil-bocil yang datang. Ada yang bantu siapin, ada yang suka nawar, ada yang cuma pengen nongkrong sambil lihat-lihat. Rasanya hangat aja, kayak punya ‘organisasi warteg’ versi mini. Tapi ya, namanya juga hidup, pasti ada dramanya. Di tengah banyak bocil yang jujur dan niat bantu, ada juga yang sempat bikin aku mikir panjang—sampai soal kepercayaan, uang, dan batasan. Dari situ aku belajar: energi baik dan energi buruk itu sama-sama nular. Jadi aku mulai pilih fokus ke bocil-bocil yang memang dasarnya baik dan jujur. Kalau kamu mau mulai jualan CHOCOCIL juga, menurutku bisa banget dimulai dari rumah: siapin buah yang gampang dicari, beli coklat batangan atau coklat khusus celup, topping sederhana kaya meses dan keju, terus jual ke tetangga atau teman sekolah adik/anak. Nggak perlu langsung besar, yang penting konsisten dan jaga kepercayaan. Yang paling kerasa dari CHOCOCIL dan Warcil ini, aku belajar bahwa kadang menyendiri dan membatasi diri dari lingkungan yang toxic itu nggak apa-apa. Lebih baik dikelilingi sedikit orang yang tulus, daripada ramai tapi capek hati. Dari situ justru aku makin yakin, masih banyak teman bocil yang baik dan berani pilih jalan yang jujur. Buat kamu yang baca ini dan lagi cari ide jualan kecil-kecilan atau cuma pengen ngemil manis murah meriah, CHOCOCIL bisa jadi inspirasi. Simple, murah, tapi banyak cerita hangat di balik tiap tusuk buah celup coklat itu.
