Replying to @0813 jadi kemarin ada korban ke warung aku katanya pesen gantungan kunci ternyata dia pesen ke temennya yang temennya mereka tetanggaku, tapi ternyata pesenan mereka ga di proses karena anak ini nipu. Pas di tanya nipu duitnya buat dipake apa? Katanya matcha buat di posting di sosial media (cuma untuk validasi) semoga ga di ulangi lagi ya hal kayak gini masa nipu cuma buat posting 😭😂 validasi sah aja asal jujur dan di taruh ditempat yang tepat misal modal ngonten buat jualan atau promosi atau unjuk bakat, ya nggak?

2025/11/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam pengalaman saya sebagai pemilik usaha kecil, penipuan yang dilakukan demi mendapatkan "validasi" di media sosial ternyata cukup sering terjadi, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Mereka seringkali merasa perlu tampil di media sosial agar diapresiasi, padahal cara yang dipilih tidak selalu benar, seperti menipu untuk membeli barang atau jasa. Menjadi penting untuk membimbing mereka memahami bahwa mencari validasi tidak harus melalui cara yang merugikan orang lain. Validasi yang sehat dan bermakna bisa diperoleh dengan menunjukkan kejujuran, kreativitas, dan kerja keras dalam konten yang dibuat, terutama jika digunakan untuk tujuan positif seperti mendukung usaha, mengekspresikan bakat, atau berbagi pengalaman yang berguna. Salah satu cara yang saya sarankan adalah menggunakan media sosial sebagai media edukasi dan promosi yang jujur, misalnya memposting proses pembuatan produk, cerita dibalik usaha, atau testimoni pelanggan asli. Ini akan membangun kepercayaan dan kredibilitas yang jauh lebih solid daripada sekadar mencari pengakuan lewat cara tidak benar. Meninjau kasus yang terjadi di warung saya, saya juga berharap para remaja dan anak-anak bisa belajar dari pengalaman tersebut agar tidak mengulangi perilaku penipuan. Selain itu, sebagai pelaku usaha, penting bagi kita untuk tetap waspada dan memiliki sistem verifikasi pemesanan agar penipuan bisa diminimalisir. Dengan begitu, kita semua bisa ikut berkontribusi menciptakan ekosistem media sosial yang lebih sehat dan mendukung perkembangan positif terutama bagi generasi muda yang sedang belajar bertanggung jawab dan berintegritas.