Dengan Ini, Ga Bingung Lagi Bikin Junk Journal
#AkuPernah bingung mau ngejunk journal tema apa ya, biar ga bosen gitu2 aja?
Kalian juga pernah kayak gitu ga? Kehabisan ide, padahal udah banyak banget nih sampah yg kekumpul untuk diJunk Journalin.
Ini dia ide2 yang mudah dilakukan, untuk membuat Junk Journalmu lebih bermakna. Cek di tiap foto yah..
Waktu pertama kali kenal junk journal, aku juga sempat mikir: “Ini tuh cuma tempel-tempel sampah lucu atau bisa dipakai buat hal yang lebih bermakna, ya?” Dari situ aku mulai coba pakai junk journal buat ngerekam perasaan dan perubahan emosiku sehari-hari, bukan cuma soal estetik halaman aja. Salah satu cara paling gampang adalah pakai tema harian. Misalnya, hari ini mood kamu lagi senang karena nongkrong bareng teman. Kamu bisa masukin struk belanja, bungkus snack seperti Apetito atau TicTac, tiket parkir, sampai tisu dari kafe tempat kalian duduk. Di sampingnya, tulis sedikit catatan naratif: cerita singkat tentang apa yang terjadi dan perasaanmu hari itu. Nggak perlu puitis, cukup jujur dan apa adanya. Kalau kamu ingin mendokumentasikan perubahan emosi atau suasana hati saat berkarya, kamu bisa bikin semacam "timeline emosi" di junk journal. Misalnya, di satu halaman kamu tempel kolase bungkus mie instan seperti Indomie dan Migelas untuk merekam malam-malam begadang sambil ngerjain project. Di bawahnya kamu bisa tulis: tanggal, jam, lagi ngerjain apa, dan satu kalimat perasaanmu (capek, excited, cemas, atau bangga). Lama-lama, kalau dibaca ulang, kamu bisa lihat pola emosimu sendiri. Aku juga suka pisahin tema antara "Jajan di Luar" dan "Cemilan + Minuman di Rumah". Halaman jajan di luar biasanya penuh struk, logo restoran, kadang kartu antrean, dan aku tulis kesan singkat: makanan enak atau biasa aja, suasana rame atau nyaman, plus siapa yang nemenin. Sementara halaman di rumah isinya bungkus snack dan minuman seperti Teh Poci, dan aku tulis perasaan yang lebih personal: misalnya lagi butuh me time, lagi sedih, atau lagi butuh comfort food. Tema lain yang menurutku seru banget adalah "Kumpulan Snack Pink". Selain lucu secara visual, kamu juga bisa pakai halaman ini buat menuliskan sisi dirimu yang lembut, hal-hal kecil yang bikin kamu merasa disayang, atau bahkan afirmasi positif. Jadi bukan cuma kumpulan bungkus Jolly atau KUE MOCHI, tapi juga kumpulan kalimat yang bikin hati lebih hangat. Jangan lupa halaman "Kumpulan Memory Lama". Di sini aku biasanya tempel tiket masuk wisata, kartu member lama, atau foto-foto bareng teman. Di sampingnya aku tulis cerita pendek tentang momen itu: lagi di fase hidup apa, perasaan saat itu seperti apa, dan bedanya dengan diriku sekarang. Cara ini ngebantu banget buat menyadari perubahan emosiku dari waktu ke waktu. Intinya, junk journal nggak harus rapi atau sempurna. Justru campuran bungkus snack, struk belanja, tiket, dan foto-foto itulah yang bikin jurnal terasa hidup. Selama kamu jujur sama perasaanmu saat menulis, junk journal bisa jadi media yang seru banget buat mendokumentasikan suasana hati dan perjalanan emosimu, bukan cuma tempat numpuk sampah lucu.







halo kak aku suka karyanya🥰.. akhirnya Nemu d lemon yg suka jurnal sampah mau belajar juga