... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali kenal junk journal dari sampah, aku juga bingung harus mulai dari mana. Akhirnya aku coba teknik paling simpel: pilih satu warna dulu. Misalnya kamu lagi kepikiran tema jeruk nipis, berarti fokus ke warna hijau-kuning.
Caranya, selama beberapa hari aku kumpulin sampah kering yang warnanya senada. Contohnya: potongan kemasan Mama Lemon bagian gambar jeruk nipis dan tulisan "99.9% of germs", label harga dari minimarket, barcode mama lemon, sobekan kotak makanan, sampai brosur atau selebaran dengan warna hijau-kuning. Jangan lupa cuci dan keringkan kemasan yang kena air/sabun dulu ya, biar jurnalmu nggak bau dan awet.
Setelah itu, aku pilah: mana yang mau dipakai sebagai background, mana yang jadi focal point. Biasanya potongan gambar besar (kayak jeruk nipis, bebek kuning, atau logo brand) aku jadikan titik fokus. Sobekan tulisan kecil, barcode, atau komposisi bahan aku pakai buat pengisi ruang kosong. Tekniknya cuma sobek-sobek manual pakai tangan, jadi pinggirannya kelihatan lebih organik dan estetik.
Untuk layout, aku suka mulai dari sudut dulu. Tempel potongan besar di satu sudut, lalu tumpuk tipis-tipis dengan layer lain. Jangan takut nutupin sedikit gambar di bawahnya, justru itu yang bikin junk journal kamu keliatan dinamis. Di halaman lain, aku pernah pakai tema biru-putih: potongan kemasan tisu wajah, logo Indomaret, dan bungkus Mie Kremezz. Hasilnya lucu banget, kelihatan kayak kolase random tapi tetap satu tema warna.
Kalau kamu punya stiker atau washi tape, itu bisa jadi bonus. Tapi kalau nggak ada, barcode, tulisan kecil, sama ikon di kemasan sudah cukup jadi pengganti dekorasi. Kadang aku tambah coretan pulpen atau brush pen untuk tulis tanggal, mood hari itu, atau catatan kecil kenapa aku pilih tema warna tersebut.
Tips lain buat pemula junk journal antusias:
1. Jangan terlalu perfeksionis. Ingat, ini jurnal "sampah", jadi justru tekstur dan ketidakteraturan itu yang bikin menarik.
2. Simpan satu amplop atau map khusus di rumah buat kumpulin sampah kemasan yang menurutmu lucu. Nanti pas mau journaling, kamu tinggal bongkar map itu saja.
3. Coba eksplor satu tema warna dulu (kuning, hijau, biru) baru nanti naik level ke tema lain, misalnya brand tertentu, minuman favorit, atau kemasan dengan gambar karakter lucu.
Yang paling aku suka dari teknik junk journal paling mudah ini, selain hemat, kita juga ikut mengurangi sampah sedikit demi sedikit. Rasanya puas banget lihat halaman penuh potongan kemasan yang tadinya mau dibuang, sekarang jadi karya yang bisa dikenang. Kalau kamu sudah coba, jangan lupa eksplor halaman baru dengan kombinasi warna lain, ya.
buku tulis biasa bisa kan ya kak