Ini kunci utama : aduk pelan gula dan telur sampai gulanya larut. Kalau takut telurnya ngembang, setelah di aduk 1 menit, diamkan 10 menit, lalu aduk kembali, ini ngebantu gulanya cepat larut tanpa bikin telur ngembang.
Kalau mau simpel pakai gula pasir halus. Cukup aduk sampai kental dan gula larut.
🍫 lelehan coklat hangat.
Lelehan coklat harus dimasukan dalam keadaan hangat ke adonan, bukan panas apalagi dingin. Ini penting agar adonan tidak cepat mengeras saat proses pengadukan.
🍫 Jangan kurangi gula pada resep.
Jangan kurangi gula pasir terlalu esktrem, karena shiny curst itu terbentuk dari lapisan gula yang meleleh dan naik ke permukaan saat dipanggang.
🍫 Pengaturan suhu yang tepat.
Oven listrik pakai suhu 160-170 derajat api atas bawah. Jangan buka tutup oven. Pakai loyang terang.
... Baca selengkapnyaSelain shiny crust, aku juga lagi suka bereksperimen dengan bentuk dan topping brownies, termasuk brownies bulat dan brownies kukus. Ternyata, prinsip dasarnya masih mirip: tekstur fudgy yang lembap dan rasa coklat yang rich tetap jadi kunci, tinggal kita mainkan di bentuk dan toppingnya.
Untuk brownies bulat, aku biasanya pakai cetakan muffin atau loyang bulat kecil supaya matangnya lebih merata. Adonan fudgy brownies bisa tetap dipakai, cuma waktu panggang biasanya sedikit lebih singkat karena ukuran lebih kecil. Kalau pakai oven listrik, aku tetap di suhu 160–170 derajat api atas bawah, tapi mulai cek kematangan di menit ke-18–20. Biasanya bagian tengah masih sedikit lembap, pas banget buat fudgy brownies. Jangan lupa alasi cetakan dengan kertas baking atau oles mentega dan tabur sedikit coklat bubuk supaya brownies bulat gampang dilepas dan tetap cantik.
Untuk topping brownies kukus, aku suka versi yang simpel tapi tetap kelihatan niat. Salah satu favoritku adalah kombinasi coklat leleh, kacang, dan sedikit taburan coklat chips. Setelah brownies kukus matang dan agak hangat, aku tuang coklat leleh (bisa pakai coklat batang yang dilelehkan dengan sedikit margarin atau butter) secara merata di atas permukaan. Karena tekstur brownies kukus lebih lembap dibanding yang panggang, topping coklat ini bisa nempel dengan baik dan bikin tampilan shiny di atasnya, mirip efek shiny crust tapi versi kukus.
Kalau mau topping yang lebih manis, bisa juga pakai whipped cream, cream cheese frosting, atau selai coklat. Tapi aku biasanya tetap menyesuaikan dengan tingkat manis adonan; karena gula nggak boleh terlalu dikurangi untuk dapat tekstur yang pas, toppingnya kadang aku bikin sedikit less sugar supaya nggak eneg. Untuk sentuhan terakhir, taburi coklat bubuk atau parutan coklat di atas topping selagi masih sedikit lembap, jadi kelihatan lebih estetik kalau difoto.
Satu hal yang menurutku penting, baik untuk brownies bulat maupun brownies kukus, adalah tunggu sampai brownies hampir dingin sebelum dipotong atau dikeluarkan dari cetakan. Ini bikin permukaan lebih rapi dan topping nggak gampang berantakan. Dengan trik ini, brownies bulat dengan shiny crust dan brownies kukus bertopping bisa jadi lebih cantik buat disajikan di acara keluarga atau dijual rumahan.