Aku bangga pernah menjadi perempuan mandiri ..
ternyata ada kebahagiaan yang menantiku di ujung sana...
terimkasih telah menemukan aku ❣️
Dulu aku selalu mikir, pada akhirnya cuma diri sendiri yang bisa diandalkan. Hidup sendiri, mandiri sendiri, rasanya kayak lagi jalan di hutan yang sepi: indah tapi juga bikin takut. Apalagi sebagai perempuan, kadang kita dituntut kuat terus, seakan-akan nggak boleh capek atau nangis. Ada masa di hidupku di mana aku bener-bener ngerasain kata-kata itu: "pada akhirnya hanya diri sendiri". Teman hilang satu-satu, pasangan nggak lagi ada di sisi, keluarga pun nggak selalu paham apa yang aku rasain. Di titik itulah aku mulai belajar, ternyata mandiri itu bukan cuma soal bisa bayar semua sendiri atau ngurus hidup tanpa bantuan orang lain. Mandiri juga soal berani ngadepin rasa sepi dan tetap milih untuk sayang sama diri sendiri. Aku sering banget duduk sendiri, lihat langit atau pemandangan alam yang tenang, cuma buat ngobrol sama diri sendiri. Dari situ aku pelan-pelan sadar, hidup sendiri bukan berarti kesepian selamanya. Kadang Tuhan ngebawa kita ke fase "sendiri" supaya kita bisa lebih dekat sama diri sendiri dulu, sebelum nantinya dipertemukan dengan orang yang tepat. Belajar mandiri juga ngajarin aku buat lebih ikhlas. Ikhlas nerima kalau nggak semua orang bakal stay di hidup kita. Ikhlas kalau nggak semua orang bisa ngerti capeknya kita. Tapi dari situ aku jadi lebih menghargai hal-hal kecil: bisa bangun pagi tanpa nangis, bisa ketawa lagi, bisa makan enak sendirian tanpa merasa sedih. Kalimat "hidup sendiri, mandiri sendiri" sekarang nggak lagi kerasa seseram dulu. Justru aku merasa lebih kuat. Karena setelah semua badai lewat, aku bisa bilang ke diri sendiri: terima kasih ya, sudah bertahan sejauh ini. Kalau kamu lagi di fase merasa cuma punya diri sendiri, percaya deh, kamu nggak lemah. Kamu cuma lagi ditempa. Pelan-pelan aja, nikmati prosesnya. Jangan lupa peluk diri sendiri, bilang makasih ke diri yang nggak nyerah. Suatu hari nanti, kamu juga bakal ketemu kebahagiaan yang diam-diam nungguin kamu di ujung perjalanan. Dan waktu itu datang, kamu bisa dengan bangga bilang: aku pernah jatuh, pernah sendirian, tapi aku berhasil berdiri lagi sebagai perempuan yang mandiri dan lebih ikhlas.
