*Rindu Ini Diam Tanpa Suara*
Rindu ini diam tanpa suara,
tak pernah berteriak minta didengar.
Ia hanya duduk di sudut hatiku,
menyebut namamu setiap kali malam datang.
Aku menatap langit yang sama denganmu,
berharap angin menyampaikan rindu ini.
Tapi ia hanya mengantar doa pelan,
agar kau baik-baik saja di tempatmu.
Tak ada pesan yang kukirim,
tak ada kabar yang kuminta.
Cukup tahu kau tertawa,
hatiku sudah cukup tenang.
Rindu ini diam tanpa suara,
tapi beratnya hanya aku yang tahu.
Seperti hujan yang jatuh di dalam dada,
membasahi semua ruang yang dulu kau tinggali.
Jika suatu hari rindu ini boleh bersuara,
ia hanya akan bilang satu hal:
_Aku masih di sini,
menjagamu dalam diam,
mencintaimu dalam doa._
Pengalaman rindu seringkali muncul tanpa bisa diungkap dengan kata-kata. Seperti yang tersirat dalam puisi ini, rindu bisa menjadi sebuah perasaan sunyi yang hadir di sudut hati, menemani malam-malam panjang dengan harapan dan doa. Saya pernah merasakan betapa beratnya rindu yang 'diam tanpa suara' ini, terutama saat terpisah jauh dari orang yang disayangi. Momen ketika menatap langit yang sama dengan mereka di kejauhan, memberikan rasa kedekatan meski berjauhan. Angin yang bertiup seolah menjadi pembawa pesan yang tak terucap, membawa doa dan harapan agar orang yang dirindukan tetap baik-baik saja di tempatnya. Dalam perjalanan saya memahami rindu, saya menyadari bahwa tak semua kerinduan harus disuarakan. Ketika tidak ada pesan yang dikirim ataupun kabar yang diminta, cukup mengetahui bahwa yang dirindu itu bahagia mampu memberikan ketenangan hati yang luar biasa. Di saat itulah rindu terasa seperti hujan yang membasahi ruang hati, memberikan makna tersendiri pada setiap ruang yang pernah diisi oleh sosok yang dirindukan. Berbagi cerita dan perasaan seperti ini penting untuk menyadarkan kita bahwa rindu tak selalu harus diungkap dengan kata-kata keras. Kadang, diam dan doa adalah cara paling tulus untuk menjaga cinta dalam kesunyian. Semoga setiap orang yang merasakan rindu bisa menemukan cara terbaik untuk menjaga perasaannya dengan penuh makna, seperti yang tergambar dalam puisi ini.




























