*Tuhan, Kenapa Harus Aku*
Tuhan, kenapa harus aku
Yang ditimpa hujan saat yang lain berteduh
Yang belajar ikhlas dari patah
Yang belajar kuat dari jatuh
Akankah aku selamanya seperti ini
Berjalan dengan luka yang sama
Menunggu jawaban yang tak kunjung datang
Sambil meminjam senyum untuk menutupi lelah
Tuhan, jika ini ujian
Berat sekali caranya
Jika ini cara-Mu mendekat
Tolong genggam tanganku erat
Karena aku sering hampir menyerah
Tuhan, kenapa harus aku
Mungkin karena Engkau tahu
Aku bisa
Meski hari ini aku belum percaya itu
Akankah aku selamanya seperti ini
Aku tidak tahu
Tapi aku tahu satu hal
Selama aku masih memanggil nama-Mu
Berarti hatiku belum mati
Dan selama hatiku belum mati
Berarti harapan masih ada 🤍
Menghadapi masa-masa sulit memang tidak mudah. Dari pengalaman pribadi, sering kali kita merasa seperti diuji secara bertubi-tubi tanpa henti, seolah Tuhan terus bertanya, "Kenapa harus aku?". Namun, yang saya pelajari adalah bahwa setiap ujian tersebut sebenarnya adalah cara untuk mendewasakan dan menguatkan diri. Selama kita tetap terbuka menerima perasaan lelah dan luka, tapi tidak menyerah dan terus berusaha berjalan, itu berarti kita sedang menjalani proses penyembuhan dan pembelajaran. Saya pun pernah merasakan harus menyembunyikan kepenatan di balik senyum, berharap agar orang lain tidak mengetahui betapa rapuhnya diri ini saat itu. Namun, di balik itu semua, saya yakin ada tujuan yang lebih besar. Menariknya, ketika saya mulai memahami bahwa mungkin Tuhan tahu kapasitas saya untuk menghadapi hal ini, saya mulai berserah dan menemukan kekuatan dari dalam. Tidak mudah untuk percaya saat semuanya terasa berat, tetapi dengan memanggil nama Tuhan dan berdoa, hati saya tidak pernah benar-benar mati, artinya harapan selalu ada. Bagi siapa pun yang tengah mengalami rasa putus asa, saya ingin mengajak untuk terus bertahan dan percaya bahwa setiap ujian akan ada hikmah yang dapat ditemukan. Menjadi ikhlas dari patah dan kuat dari jatuh adalah sebuah proses yang membuat kita semakin matang dan siap menghadapi tantangan berikutnya. Semoga kamu juga merasakan kekuatan dan damai di tengah perjalanan hidup yang penuh liku ini.