Dari 318 skincare ingredients cuma terpilih 23 yang di approve dermatologist ⁉️
berdasarkan paper terbaru terbitan JAAD dari konsensus dermatologist ada 23 skincare ingredients yang terpilih secara konsensus untuk menangani 7 masalah kulit. 7 masalah kulit yang dibahas di paper ini : garis halus & kerutan, jerawat, kemerahan, bekas hitam, pori2 besar, kulit kering & kulit berminyak.
Tetep ya yang paling efektif untuk garis halus, jerawat, bekas hitam, kulit berminyak adalah retinoid, sebagai bahan yang paling lama diteliti & yg punya kualitas evidence paling kuat.
dari hasil tadi, banyak ingredients konsensus punya evidence yang kuat. 44% disupport oleh evidence 1b, 47% by level 2b evidence, dan minoritas aja, cuma sedikit (5.88%) tanpa published evidence.
tapi ini cuma opini dari konsensus dermatologist yaaa, ga mewakili heterogenitas seluruh dermatologist.
Kalau menurut kamu gimana? ada yang mau dibahas lebih lanjut?
Dalam dunia perawatan kulit, memilih bahan yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil optimal dan aman. Studi terbaru yang diterbitkan di Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD) menyoroti 23 bahan skincare terbaik yang disetujui oleh para dermatologist melalui metode konsensus Delphi untuk menangani 7 masalah kulit umum. Masalah kulit tersebut meliputi garis halus dan kerutan, jerawat, kemerahan, bekas hitam (hiperpigmentasi), pori-pori besar, kulit kering, dan kulit berminyak. Dari 318 bahan skincare yang dianalisis, hanya 23 yang mendapatkan persetujuan berdasarkan bukti ilmiah dan efektivitas tinggi yang telah terbukti secara klinis. Retinoid menonjol sebagai bahan paling efektif dan telah lama diteliti, terutama untuk mengatasi garis halus, jerawat, bekas hitam, dan kulit berminyak. Selain itu, bahan lain seperti vitamin C, asam salisilat, azelaic acid, glycolic acid, benzoyl peroxide, dan niacinamide juga termasuk dalam daftar bahan dengan dukungan bukti kuat (level 1b dan 2b). Mineral sunscreen juga sangat direkomendasikan untuk perlindungan kulit dari kerusakan akibat sinar UV, yang dapat memperburuk kondisi kulit seperti kemerahan dan hiperpigmentasi. Menurut data konsensus, 44% bahan memiliki dukungan evidence level 1b yang merupakan bukti dari uji klinis acak terkontrol, sedangkan 47% lainnya didukung oleh bukti level 2b. Hanya sebagian kecil (5,88%) bahan yang belum memiliki evidence yang dipublikasikan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar bahan yang direkomendasikan memiliki landasan ilmiah yang kuat dan dapat dipercaya. Meski demikian, perlu diingat bahwa opini ini tidak mewakili keseluruhan pendapat dermatologist secara global, dan heterogenitas individual tetap harus diperhatikan. Untuk itu, konsultasi dengan ahli dermatologi adalah langkah penting sebelum menerapkan produk skincare tertentu, terutama bagi mereka dengan kondisi kulit sensitif atau masalah kulit spesifik. Memanfaatkan bahan skincare yang telah terbukti dan disetujui oleh konsensus dermatologist dapat meningkatkan efektivitas perawatan dan meminimalisir risiko iritasi atau efek samping. Para pengguna juga dianjurkan untuk memperhatikan kombinasi bahan dalam rutinitas skincare mereka, menjaga keseimbangan hidrasi, serta selalu melindungi kulit dengan sunscreen mineral untuk hasil yang optimal dan kulit yang sehat.
