2025/10/3 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPertama kali datang ke Jepang, aku kira hari pertama bakal tenang: check in hotel, jalan santai, maybe belanja dikit ke Uniqlo. Nyatanya, baru Day 1 sudah langsung kesasar dan nggak tahu harus pergi ke mana. Di situ aku benar-benar sadar betapa pentingnya bisa sedikit bahasa Jepang, bahkan cuma level "permisi" dan "di mana pintu keluar?" saja. Waktu itu aku lagi muter-muter bingung, sampai akhirnya memberanikan diri buat bilang "permisi" ke salah satu orang lokal. Sambil pegang kamera, aku izin dulu, "hai aku buat vlog, apakah boleh ya aku rekam?" Soalnya menurutku penting banget buat tetap sopan, apalagi kita tamu di negara orang. Ternyata dia ramah banget dan malah balik nanya aku pakai bahasa campuran Jepang–Inggris. Karena grogi, semua kosakata yang kepikiran malah merek-merek yang sering kudengar, kayak Suzuki, Uniqlo, Pocari Sweat. Di kepala udah panik: "Make ini orang, apa gue kabur aja ya?" Tapi aku paksain tetap ngobrol. Dari situ aku belajar, kadang yang bikin komunikasi jalan itu bukan grammar sempurna, tapi keberanian buat mulai dulu. Kalimat-kalimat simpel kayak: - "Sumimasen" (permisi/maaf) - "Eki wa doko desu ka?" (stasiun di mana?) - "Deguchi wa doko?" (keluar di mana?) - "Wakari masen" (saya tidak mengerti) itu beneran kepakai banget pas kesasar. Bahkan waktu aku bilang "jadi aku tidak tahu ke mana aku harus pergi" dengan bahasa campur-campur, mereka tetap berusaha ngerti dan bantu jelasin arah. Momen paling lucu waktu dia tanya, "Siapa namamu?" dan aku jawab, lalu dia kenalin diri, "Namaku Serena." Rasanya kayak lagi di drama Jepang versi kocak. Dari situ obrolan mengalir, dia nanya, "Kamu dari?" dan aku jawab, "Indonesia, aku dari Indonesia." Dia kaget tapi senang karena jarang ketemu orang Indonesia di area itu. Aku juga sempat bilang, "Aku ingin belajar bahasa Jepang," dan dia spontan nawarin, "Kamu ajari aku bahasa Jepang ya? Boleh." Dari situ kita tukeran kata-kata simpel; aku ajarin sedikit bahasa Indonesia, dia ajarin aku frasa-frasa dasar bahasa Jepang. Akhirnya kami nutup percakapan dengan "terima kasih, sekarang kita teman?" dan dia jawab, "senang bertemu denganmu." Jujur, itu salah satu highlight di perjalanan. Buat kamu yang mau traveling ke Jepang dan takut kesasar, menurutku: 1. Hafalin dulu beberapa frasa basic. 2. Jangan malu bilang kamu nggak ngerti, orang sana umumnya sabar. 3. Kalau mau vlog, jangan lupa izin dulu, itu bikin mereka lebih nyaman. 4. Bawa map offline atau download aplikasi peta, tapi tetap siap andalkan orang lokal. Kesasar di Jepang memang bikin deg-degan, tapi bisa berubah jadi pengalaman berharga kalau kita berani ngobrol. Dari cuma cari jalan, bisa jadi dapat teman baru, cerita lucu, dan tentunya konten vlog yang nggak terlupakan.

Cari ·
modif kopling rx king