Yuk Curhat buk ibukkkk 40+++

Aku perempuan yg hampir 16 tahun bekerja mulai dari seorang sales hingga skr berada di posisi BM (branch Manager) perusahaan otomotif yg cukup ternama. karir yg tdk mudah tp juga hasil yg boleh dibilang luar biasa. 8 tahun lalu aku single mother dengan dua anak yg jg luar biasa. Lalu aku memutuskan menikah karena terbiasa mandiri dan sendiri meski menikah kami berjauhan alesan saya tdk ikut dia krn anak dan karir. Yg mana kebetulan karir sy jauh lebih baik dari suami . Ada gak ibuk2 yg dlm posisi seperti sy ,,, dan mungkin ada gak yg punya saran buat saya,,, wkwk,,, terlalu lama sendiri dan berjauhan berasa bgt gak punya suami 🤣🤣🤣.

Lanjut kerja ato resign ikut suami

#Hello2026 #TipsLemon8 #galau #wanita #SetujuGak

1/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenjadi ibu sekaligus profesional dengan karir yang sudah mapan memang sebuah prestasi besar, apalagi jika harus menjalani kehidupan pernikahan dengan kondisi berjauhan dari suami. Banyak ibu dalam usia 40-an ke atas yang mengalami situasi serupa, di mana mereka harus menyeimbangkan antara karir dan keluarga. Pengalaman pribadi saya juga menunjukkan bahwa keputusan memilih antara melanjutkan karir atau mengikuti suami tidak mudah. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan seperti kebutuhan anak, dukungan keluarga, kondisi ekonomi, dan tentu saja kebahagiaan pribadi. Kunci pentingnya adalah komunikasi yang terbuka dengan pasangan dan membuat perencanaan ke depan yang realistis. Terkait karir, tidak sedikit perempuan yang menemukan kekuatan luar biasa ketika mereka tetap bekerja dan mandiri. Selain memberi rasa pencapaian, bekerja juga membuka jaringan sosial dan menambah ilmu yang bisa jadi bermanfaat untuk kehidupan keluarga. Namun, ada kalanya memilih untuk berhenti bekerja lalu mendampingi suami secara langsung juga memberikan kesempatan untuk fokus mendukung keluarganya di rumah. Ini bukan keputusan mudah dan bukan berarti kehilangan jati diri, melainkan mengutamakan prioritas yang paling tepat untuk saat ini. Bagi ibu-ibu yang sedang mengalami dilema seperti ini, saran saya adalah carilah dukungan dari komunitas ibu atau kelompok wanita seumuran. Sharing pengalaman seringkali memberikan perspektif baru dan solusi yang tak terpikirkan sebelumnya. Jangan ragu juga untuk konsultasi dengan orang terdekat atau konselor keluarga agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai hati dan kondisi. Jangan lupa untuk selalu menjaga keseimbangan diri baik secara fisik maupun mental. Mengisi waktu dengan hal positif seperti hobi atau berolahraga akan sangat membantu mengurangi rasa galau dan cemas. Ingat, setiap ibu hebat dengan caranya sendiri dalam mengatur keluarga dan karir.