Ada yang bisa kasih tips ?

Bunda-bunda dan kakak-kakak cantik boleh bagi tipsnya donk gimana caranya buang jarum dan peniti yang udah rusak dengan aman.

Terimakasih untuk yang mau bantu jawab 🙏🏻

#jarum #peniti

2025/9/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku juga dulu suka asal buang jarum pentul dan peniti di tempat sampah, sampai suatu hari suami hampir ketusuk waktu angkat kantong sampah. Sejak itu aku mulai cari cara membuang jarum pentul yang benar dan lebih aman buat semua orang di rumah. Yang pertama aku lakukan, semua jarum, peniti, dan pin kakak cantik yang sudah bengkok atau karatan aku kumpulkan di satu tempat dulu. Biasanya aku pakai botol plastik bekas minuman atau toples kecil yang ada tutupnya. Jadi setiap selesai jahit dan nemu jarum rusak, langsung masukin ke situ, bukan ditaruh sembarangan. Kalau sudah agak penuh, jarum dan peniti itu aku bungkus lagi biar makin aman. Ada beberapa cara yang pernah aku coba: 1. Pakai kertas atau karton tebal Aku lipat kertas tebal atau kardus kecil, lalu jarumnya aku susun di tengah-tengah dan kertasnya aku lipat berlapis-lapis sampai tertutup rapat. Setelah itu aku rekatkan pakai lakban atau selotip bening. Jadi kalaupun kebuang di tempat sampah, ujung jarum tidak kelihatan dan kecil kemungkinan nembus keluar. 2. Masukkan ke botol plastik keras Ini cara yang paling sering kupakai. Botol plastik bekas minuman yang agak tebal aku isi jarum pentul, peniti, dan sisa pin dekoratif yang sudah patah. Setelah isinya cukup, tutup botol diputar rapat lalu bagian tutupnya aku lakban. Kadang aku tulis juga di luar botol: “ISI BENDA TAJAM” supaya kalau ada pemulung atau petugas sampah yang pegang, mereka lebih waspada. 3. Pakai kaleng biskuit atau wadah logam Kalau punya kaleng kecil bekas biskuit atau permen, itu juga aman banget buat jadi tempat buang jarum. Tinggal kumpulkan semua jarum dan peniti rusak di situ, kalau sudah penuh, kalengnya bisa ditutup rapat lalu dibuang bareng sampah lain. Benda tajamnya tetap di dalam dan tidak mudah tembus. Selain itu, aku juga usahakan untuk selalu cek area menjahit atau tempat aku biasa pakai pin kakak cantik. Kadang-kadang, jarum jatuh ke lantai dan nggak kelihatan. Aku biasakan sapu atau vakum area itu tiap habis selesai menjahit, supaya tidak ada jarum yang ketinggalan dan bikin bahaya untuk anak kecil atau yang jalan tanpa alas kaki. Satu hal lagi yang menurutku penting, jangan pernah buang jarum dengan cara dibiarkan begitu saja di dalam kantong plastik tipis. Plastik gampang robek, petugas sampah atau anggota keluarga bisa kesakitan kalau nggak sengaja pegang bagian yang kena jarum. Lebih baik luangkan sedikit waktu untuk mengamankan dulu jarumnya. Kalau di daerah bunda ada bank sampah atau tempat daur ulang, bisa juga tanya ke mereka apakah menerima limbah logam kecil. Memang jarum pentul dan peniti itu kecil-kecil, tapi kalau dikumpulkan banyak bisa saja mereka punya cara khusus mengolahnya. Itu pengalaman aku soal cara membuang jarum pentul yang benar dan peniti rusak dengan aman. Mungkin kelihatan sepele, tapi efeknya besar buat keamanan di rumah. Kalau bunda-bunda dan kakak-kakak punya cara lain seperti pakai wadah khusus jahit yang sudah rusak atau magnet, boleh banget sharing juga biar kita saling belajar.