Buat ciwi-ciwi yang suka baca buku dan bingung pengen baca apa, aku punya nih rekomendasi bacaan yang bagus dengan kita sebagai perempuan, ini beberapa buku yang cocok banget untuk kita yang lagi tumbuh, belajar dan berusaha memahami hidup 💗 semua buku ini bisa kamu akses di aplikasi Ipusnas secara gratis, tapi mungkin beberapa harus antri yaa 😄 semoga kamu sukaa 🫶💐
... Baca selengkapnyaKalau kamu nemu buku-buku ini di Gramedia atau iPusnas dan bingung mau mulai dari mana, aku coba rangkum versi pengalamanku ya.
1. Little Women – Louisa May Alcott
Banyak yang nyari "Little Women Gramedia" karena novel ini klasik banget. Aku pribadi suka karena kisah empat saudari March ini tuh relate sama dinamika kakak-adik dan mimpi kita sebagai perempuan. Kalau kamu suka karakter yang manis dan hangat, mungkin bakal jatuh cinta sama Beth. Tapi kalau kamu lagi dalam fase mengejar mimpi, Jo March yang keras kepala dan mandiri bakal kerasa dekat banget. Pesan yang paling aku tangkep: jadi perempuan boleh ambisius, tapi tetap belajar tentang keluarga, pengorbanan, dan cinta.
2. Educated – Tara Westover
Waktu pertama kali dengar "buku Educated" aku kira akan berat banget, tapi ternyata justru bikin aku makin menghargai kesempatan sekolah. Tara tumbuh di keluarga yang nggak percaya sekolah dan rumah sakit, tapi dia nekat keluar dari lingkaran itu buat kuliah tinggi-tinggi. Banyak bagian yang bikin sesak karena ada kekerasan dan konflik keluarga, jadi kalau kamu sensitif sama trigger seperti itu, baca pelan-pelan aja. Yang bikin aku kagum, dia nunjukin kalau pendidikan tuh bukan cuma soal gelar, tapi tentang berani mikir sendiri dan menyembuhkan diri.
3. Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam – Dian Purnomo
Kalau kamu lagi cari info tentang "Dian Purnomo" atau mungkin nyasar karena denger novel ini sering dibahas, menurutku ini bacaan yang penting banget. Ceritanya mengangkat tradisi "kawin tangkap" di Sumba. Jujur, beberapa bagian bikin marah dan sedih, karena kita diajak ngeliat bagaimana tubuh dan suara perempuan sering diabaikan. Tapi justru dari situ aku jadi lebih sadar soal kekerasan berbasis budaya yang kadang dianggap wajar. Buatku, ini novel yang bikin kita pengen lebih vokal soal persetujuan (consent) dan hak perempuan.
4. Perempuan di Titik Nol – Nawal el-Saadawi
Buku ini bukan bacaan santai, tapi sangat kuat. Kisah Firdaus yang menunggu hukuman mati bikin aku mikir ulang soal struktur sosial yang bener-bener menekan perempuan. Aku baca ini pelan-pelan karena temanya berat: kekerasan, eksploitasi, dan bagaimana dunia seringkali nggak adil buat perempuan. Tapi kalau kamu lagi butuh bacaan yang membuka mata dan bikin kamu lebih peka pada isu perempuan, ini wajib coba.
5. Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982 – Cho Nam-joo
Kalau kamu suka cerita yang realistis dan sehari-hari, kehidupan Kim Ji-yeong mungkin bakal terasa kayak cermin. Tekanan psikologis, komentar remeh soal perempuan, tuntutan jadi istri/ibu yang sempurna—semua digambarkan sederhana tapi nusuk. Setelah baca ini, aku jadi lebih ngeh sama hal-hal kecil yang ternyata bentuk diskriminasi gender.
Tips dari aku kalau baca buku-buku ini:
- Catat kutipan yang ngena di notes HP kamu.
- Kalau baca di iPusnas dan harus antri, bisa selingin dengan buku ringan dulu.
- Setelah selesai satu buku, coba refleksi: apa yang berubah dari cara kamu ngeliat diri sendiri sebagai perempuan?
Semoga rangkuman dan pengalamanku ini bantu kamu yang lagi cari referensi Little Women Gramedia, lagi penasaran sama buku Educated, atau baru tahu karyanya Dian Purnomo. Kalau kamu punya rekomendasi buku perempuan lain, share juga, biar rak baca kita makin kaya bareng-bareng.