Vocal : Lydia Arce, S. Pd.
Pengalaman berbicara dan mengekspresikan perasaan melalui suara asli tanpa bantuan musik atau mikrofon memberikan sensasi yang unik dan mendalam. Bagi saya, mencoba melantunkan lagu atau ungkapan perasaan di malam Minggu hanya di kamar saja, tanpa dihiasi alunan nada apapun, membuat jiwa terasa lebih terhubung dengan lirik dan makna yang disampaikan. Memang, tanpa merdu mikrofon atau musik pengiring, suara kita jadi lebih mentah dan asli, menyentuh langsung ke hati, seperti yang dialami oleh Lydia Arce dalam karya-karyanya. Saya pernah merasakan bagaimana getaran emosi muncul saat menghayati kalimat demi kalimat yang dilantunkan sendiri, terutama bila lagu itu menyuarakan perasaan sakit hati, rindu, atau perjuangan asmara yang nyata. Hal ini mengajarkan saya pentingnya kejujuran dalam seni vokal, yakni menyampaikan isi hati tanpa harus mencari hiasan tambahan. Ini juga menyiratkan bahwa kekuatan sebuah lagu atau puisi tidak selalu ditentukan oleh alat musik atau teknologi, melainkan dari kemurnian suara dan perasaan yang tulus dari penyanyi. Selain itu, pengalaman ini mengingatkan saya untuk selalu menghargai proses kreatif yang jujur dan natural, di mana kesederhanaan bisa menjadi keindahan tersendiri. Karena akhirnya, musik dan suara adalah bahasa universal yang dapat menyatukan hati dan perasaan kita, apalagi bila disampaikan dengan sepenuh hati tanpa gangguan eksternal.