Bagi kalian yang suka belanja online atau penjual online tolong perhatikan pengiriman dengan jasa kirim SPX ya karena sedang overload jadi kemungkinan pengiriman dibatalkan bisa terjadi untuk menghindari itu semua mending pilih jasa kirim lain. Karena aku baru aja 2 paket ku gagal kirim semua #lemonbercerita#Lemon#LemonIRT#Paket
2025/12/4 Diedit ke
... Baca selengkapnyaAku mau cerita lebih detail soal pengalaman pengiriman SPX yang lagi banyak dikeluhin orang, biar kalian yang sering belanja online atau jualan bisa lebih waspada.
Awalnya aku juga santai aja, soalnya biasanya paket SPX cepat sampai. Tapi belakangan ini, entah kenapa banyak kasus paket nggak bergerak berhari-hari. Di aku sendiri, paket sempat berhenti di transit point dan statusnya cuma mentok di "di lokasi transit" tanpa update lanjutan. Ada juga yang nyangkut di Jakarta dan di Sunter DC, padahal estimasi tiba dan garansi tiba sudah tertera di aplikasi.
Buat kamu yang lagi panik karena paket SPX tidak bergerak, tahap pertama yang selalu aku lakukan adalah rutin cek fitur lacak paket / tracking di aplikasi. Dari situ kelihatan paket lagi ada di mana, apakah di DC (distribution center) kayak Denpasar DC atau di transit point lain. Kalau status sudah lama nggak update, misalnya lebih dari 3–4 hari kerja, biasanya itu tanda-tanda ada kendala operasional.
Di kasusku, dua paketku akhirnya gagal kirim dan pesanan langsung dibatalkan. Di riwayat pesanan tertulis alasannya karena kendala operasional. Awalnya aku bingung, soalnya status sempat berubah dari gagal kirim jadi diproses lagi, jadi aku disuruh CS untuk menunggu. Tapi setelah beberapa hari tetap nggak ada perkembangan, akhirnya beneran dibatalkan dan masuk ke proses pengembalian dana.
Tips dari aku kalau pengiriman SPX bermasalah:
1. Jangan tunggu pasrah. Sering-sering hubungi CS lewat chat supaya kasus kamu dicatat dan proses refund bisa dipercepat.
2. Simpan semua bukti, seperti tangkapan layar (screenshot) lacak paket, status pengiriman, dan chat dengan CS. Ini penting kalau ada kendala lanjut.
3. Perhatikan lokasi transit, misalnya kalau paket lama banget di transit point Sunter DC atau Denpasar DC tanpa gerak, bisa langsung lapor ke CS dan ke pihak toko.
4. Kalau belanja barang penting atau mendesak, mending pilih ekspedisi lain dulu sampai masalah overload SPX beres. Daripada paket nyangkut dan bikin emosi.
Soal logo SPX terbaru atau tampilan tracking yang berubah, kadang bikin kita makin bingung karena tampilannya beda, tapi intinya tetap sama: cek posisi paket dan status terakhir. Kalau di tracking tertulis "gagal kirim" atau estimasi tiba sudah lewat jauh, kemungkinan besar bakal berujung dibatalkan.
Buat seller, apalagi yang kirim pakai SPX Instant atau layanan cepat lainnya, menurutku penting banget pantau satu-satu resi. Kalau banyak yang stagnan di DC tertentu, bisa mulai pertimbangkan ganti ekspedisi sementara. Jangan sampai customer marah karena paket mereka nggak kunjung datang.
Intinya, sekarang kalau lihat opsi pengiriman SPX, aku jadi lebih hati-hati. Bukan berarti semua pengiriman SPX pasti bermasalah, tapi kalau lagi ada lonjakan pesanan dan kendala operasional, risiko paket tidak bergerak atau gagal kirim memang lebih besar. Semoga pengalaman ini bisa jadi bahan pertimbangan kalian sebelum milih jasa kirim, dan kalau pun sudah terlanjur, semoga proses refund-nya lancar dan nggak berbelit-belit.
waah kali dah 2 kali gagal kirim biasanya langsung diblokir sementara kk sistem COD annya