Alhamdulillah...bisa hadir di majelis ilmu...
Aku pertama kali benar-benar ngeh tentang kafaratul majlis itu justru pas lagi duduk di majelis ilmu, suasananya mirip banget kayak di foto: duduk beralaskan karpet merah, orang-orang banyak yang pakai baju hitam, kipas angin muter di atas, dan suasananya adem. Di akhir kajian, ustaz mengajak semua baca doa penutup majelis, yang disebut kafaratul majlis. Kurang lebih lafalnya: "Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik." Aku dulu sering dengar, tapi jujur nggak benar-benar paham fungsinya. Di majelis itu dijelaskan kalau kafaratul majlis adalah doa yang dibaca di akhir pertemuan atau majelis untuk memohon ampun atas ucapan yang kurang bermanfaat, kelalaian, atau kesalahan yang mungkin keluar selama kita duduk dan ngobrol. Sejak paham itu, aku mulai biasakan baca doa ini bukan cuma di pengajian, tapi juga setelah: - Rapat kerja yang kadang isinya debat panas - Kumpul bareng teman yang obrolannya suka belok ke ghibah tanpa sadar - Selesai ngajarin anak atau adik di rumah - Selesai kajian online via Zoom atau YouTube Rasanya beda banget ketika majelis atau pertemuan ditutup dengan doa. Hati jadi lebih tenang, seolah-olah kita menyerahkan kekurangan majelis itu kepada Allah. Kadang kita merasa obrolan tadi biasa saja, tapi bisa jadi ada kata-kata yang nyelekit atau nggak pantas. Dengan baca kafaratul majlis, kita sadar kalau setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban. Tips pribadi biar nggak lupa baca kafaratul majlis: 1. Tempel catatan kecil di dinding dekat tempat biasa ngaji atau kumpul. 2. Jadikan doa ini sebagai bagian tetap dari penutupan setiap meeting atau diskusi. 3. Ajarkan ke keluarga di rumah, terutama anak-anak, supaya mereka terbiasa dari kecil. 4. Simpan lafaznya di wallpaper HP, jadi sering kebaca. Yang aku rasakan, kebiasaan baca kafaratul majlis setelah majelis ilmu bikin suasana perpisahan lebih hangat. Setelah mendengar ilmu, lalu ditutup dengan istighfar dan tasbih, seakan kita pulang bukan cuma bawa catatan, tapi juga bawa ketenangan. Kalau kamu sering hadir di majelis ilmu, coba deh niatkan setiap duduk itu sebagai majelis dzikir. Lalu di akhir, baca kafaratul majlis bersama-sama. Suasana di ruangan yang sederhana dengan karpet merah dan kipas angin pun bisa terasa sangat berkah ketika ditutup dengan doa ini. Buat yang baru belajar, nggak apa-apa pelan-pelan. Bisa mulai dengan hafalin artinya dulu supaya lebih menghayati: kita memuji Allah, bersaksi hanya Dia satu-satunya Tuhan, lalu memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya. Dari situ, insyaallah makin semangat jaga lisan selama di majelis dan di kehidupan sehari-hari.

