Mbg, menu hari ini sebenarnya cuma sambal tahu. 😆
Tapi pas lihat masih ada 2 potong cumi sisa kemarin, rasanya kok sayang kalau cuma dibiarkan. Akhirnya Maci tambahin telur biar bisa jadi teman makan nasi hangat. 🤤
Terus kangkung yang kemarin beli 2 ikat 4 ribu juga masih ada. Mau disimpan lagi di kulkas takut keburu layu, pas dilihat besok malah nyesel sendiri karena harus dibuang. Jadi yaudah, masak lagi aja untuk kedua kalinya. 😂
Definisi anak kontrakan:
Bukan soal makan mewah atau sederhana, tapi soal gimana caranya stok dapur habis terpakai dan nggak ada yang terbuang.
Karena yang paling bikin sedih itu bukan lauknya habis…
Tapi lihat sayur yang dulu dibeli pakai uang sendiri malah membusuk di kulkas. 🥹
Ada yang begini juga nggak, mbg?
Kalau masih bisa dimasak, pasti diolah lagi sampai benar-benar habis. ðŸ¤
Sebagai seseorang yang sering tinggal di kontrakan, saya sangat memahami betapa pentingnya mengatur dan mengolah bahan makanan agar tidak ada yang terbuang sia-sia. Menggunakan sisa bahan makanan seperti cumi atau kangkung yang masih layak konsumsi memang cara yang tepat untuk menghindari pemborosan, apalagi di masa pandemi ini yang membuat kita lebih sadar soal pengeluaran. Saya biasanya mengutamakan prinsip 3R di dapur: Reduce, Reuse, dan Recycle, khususnya dalam memasak. Misalnya, jika masih ada sisa cumi seperti yang disebutkan, menambahkan telur atau bahan lain yang ada di dapur bisa menjadi alternatif untuk membuat hidangan baru yang lezat dan bergizi. Tidak hanya menghemat biaya, tapi juga mengasah kreativitas memasak. Selain itu, menyimpan sayur di kulkas dengan cara yang tepat juga penting untuk menjaga kesegarannya lebih lama. Menggunakan wadah kedap udara atau membungkus sayur dengan kain bersih bisa membantu mengurangi layu dan membusuk. Namun, jika sudah mulai layu, sebaiknya segera diolah menjadi masakan seperti tumis atau sop agar tidak terbuang. Mengelola stok dapur dengan cara ini juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan, mengurangi sampah makanan yang biasanya berakhir di tempat sampah. Jadi, bukan hanya soal hemat tapi juga bagian dari upaya menjaga bumi. Bagi teman-teman yang tinggal di kontrakan atau kos, mencoba mengolah sisa makanan ini bisa menjadi rutinitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Yuk, mari berbagi tips dan trik agar dapur kontrakan kita tetap hemat dan tidak ada yang terbuang!
