setia mau hari raya Sugihan dulu enam hari sebelum galungan
Sugihan merupakan salah satu tradisi penting yang dilakukan enam hari sebelum hari raya Galungan oleh umat Hindu di Bali. Dari pengalaman saya sebagai petani, mengikuti tradisi ini bukan hanya soal ritual, melainkan juga wujud komitmen dan penghormatan terhadap leluhur serta Dewa dan Dewi yang diyakini melindungi kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaan Sugihan, masyarakat biasanya menyiapkan sesajen khusus yang berisi berbagai bahan pangan sebagai bentuk persembahan. Melalui tradisi ini, kami mengingatkan diri untuk tetap setia menjaga nilai-nilai agama dan budaya sambil menjalani aktivitas sehari-hari, seperti berkebun atau bekerja di ladang, agar diberkahi kelancaran dan keberhasilan. Selain itu, Sugihan juga menjadi momen untuk mempererat hubungan sosial antar warga komunitas. Bersama-sama menyediakan dan membagikan persembahan menjadi simbol kebersamaan dan saling berbagi sehingga kerukunan terjaga. Saya pribadi merasa tradisi ini memberikan ketenangan batin dan semangat baru dalam menjalani kehidupan, terutama saat menyambut hari raya penuh makna Galungan. Bagi yang belum pernah mengikuti Sugihan, saya sarankan untuk mencoba mengamalkannya sebagai bagian dari pelestarian budaya dan spiritual. Dengan memahami maknanya lebih dalam, kita bisa lebih menghargai warisan leluhur serta meningkatkan rasa syukur dan kesadaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.




































