your my life
Setiap Bulan Bayiku rutin ke posyandu.Bayiku sekarang usia 8 bulan dan bulan depan imunisasi.
Aku juga seorang Kader yang masih belajar dan baru terjun .Dengan usiaku 35 Tahun ini,terkadang kerepotan saat menjalani tugas kader di posyandu sekaligus bawa 2 anak yang sedang aktif-aktifnya.Semoga lelahku menjadi lillah.Dan tak lupa aku masih belajar menjadi kader yang aktif.#Seandainya #TipsLemon8 #TentangKehidupan #PerasaanKu
Menjadi seorang kader posyandu adalah pengalaman yang penuh tantangan sekaligus memberikan arti yang dalam bagi kehidupan. Terutama bagi seorang ibu berusia 35 tahun yang harus mengurus dua anak yang sedang aktif, sambil memastikan bayi yang berusia 8 bulan mendapatkan imunisasi tepat waktu setiap bulan. Posyandu adalah pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang sangat penting, terutama untuk memantau tumbuh kembang dan memberikan imunisasi lengkap bagi bayi dan balita. Kegiatan rutin posyandu ini bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan anak tetapi juga membantu para ibu dan kader memperkuat komunikasi serta saling mendukung dalam pengasuhan anak. Menghadapi kesibukan sehari-hari, seperti menjalankan tugas sebagai kader dan merawat anak-anak yang aktif, membutuhkan energi dan kesabaran ekstra. Namun, banyak kader menganggap perjuangan ini sebagai ibadah (lillah) yang memberikan kepuasan batin, karena mereka turut membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Semangat belajar juga sangat penting dimiliki oleh para kader, terutama yang baru terjun ke dunia kesehatan masyarakat. Peningkatan pengetahuan tentang imunisasi, asupan gizi, dan perilaku hidup bersih sehat akan sangat membantu mereka dalam menjalankan tugas dan memberikan informasi yang tepat kepada para ibu lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, menjadi kader berarti juga harus peka terhadap kondisi lingkungan dan siap memberikan edukasi. Misalnya, mengingatkan pentingnya imunisasi bagi bayi berusia 8 bulan untuk mencegah penyakit berbahaya dan memastikan mereka mendapatkan suntikan vaksin secara lengkap. Selain rutinitas posyandu, kader juga harus kreatif mengeksplorasi berbagai komunikasi dan metode edukasi agar para ibu semakin memahami pentingnya kesehatan anak. Dukungan keluarga dan komunitas juga menjadi salah satu faktor utama menunjang keberhasilan para kader di lapangan. Cerita nyata tentang kesibukan namun penuh pengabdian ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama ibu muda dan calon kader posyandu. Bahwa meskipun tantangan besar, dengan niat dan semangat, semua bisa dijalani dengan baik. Momen-momen seperti mengantar bayi ke posyandu demi imunisasi yang tepat waktu menjadi kenangan tak terlupakan sekaligus bukti cinta seorang ibu dan kader yang selalu mengutamakan kesehatan keluarga dan masyarakat sekitar.
