Jangan Sampai Singgah Hanya untuk Menyakiti
Aku pernah ada di fase di mana satu pujian bisa bikin aku berharap terlalu jauh. Ada yang datang dengan kata-kata manis, bilang aku kuat, baik, spesial, seolah-olah benar-benar peduli. Tapi ternyata, semua itu cuma singgah sebentar, hanya untuk menambah luka yang sudah ada. Dari situ aku belajar, pujian itu sebenarnya bukan hal buruk. "Terimakasih" tetap penting untuk setiap orang yang tulus menghargai kita. Tapi kita juga perlu belajar membedakan mana pujian yang datang dari hati, dan mana yang cuma basa-basi atau bentuk perhatian sementara. Sekarang kalau ada yang memuji, aku coba untuk tidak langsung baper. Aku tanya ke diri sendiri: apa sikapnya ke aku selama ini selaras dengan kata-katanya? Apakah dia juga hadir saat aku butuh, bukan cuma saat suasana lagi enak buat ngobrol? Kalau pujian dan perilaku nggak nyambung, aku belajar untuk menjaga jarak. Aku juga belajar untuk nggak bergantung pada pujian orang lain. Pelan-pelan aku mulai memberi pujian ke diri sendiri: menghargai hal kecil yang aku lakukan, berterimakasih ke diri sendiri karena kuat bertahan sampai hari ini. Rasanya beda banget ketika "terimakasih" itu datang dari diri sendiri, bukan cuma dari orang yang singgah sesaat. Buat kamu yang pernah merasa "Sudah singgah meski hanya untuk menambah luka", kamu nggak sendirian. Kadang kita butuh luka itu untuk sadar kalau hati kita berharga, dan nggak semua orang pantas masuk terlalu jauh. Jangan takut untuk pasang batas, jangan takut terlihat tegas. Menghargai diri sendiri itu jauh lebih penting daripada mengejar pujian. Dan kalau suatu hari kamu bertemu orang yang benar-benar tulus, yang memuji bukan untuk mengikatmu, tapi untuk menguatkanmu, jangan lupa balas dengan ketulusan yang sama. Karena pada akhirnya, pujian yang paling indah adalah yang tidak menambah luka, tapi justru jadi obat buat hati yang pernah tersakiti.
assalamualaikum 🙏