Gausah manusia yang balas, biarin tuhan yang balas
Saya pernah mengalami situasi di mana saya merasa sangat sakit hati karena perlakuan tidak adil dari orang lain. Awalnya, saya sangat ingin membalas, tapi justru itu membuat saya semakin stres dan kehilangan fokus pada hal yang lebih penting, seperti membahagiakan keluarga saya. Dengan belajar untuk menyerahkan pembalasan kepada Tuhan, saya merasa lebih tenang dan bisa menjalani hidup dengan penuh kedamaian. Bukan berarti kita harus pasif, tapi lebih memilih untuk fokus membangun diri dan keluarga daripada membalas dendam. Di usia sekarang, bukan lagi soal percintaan atau perselisihan kecil yang kita pikirkan, tapi bagaimana cara kita bisa memberi kebahagiaan dan kedamaian bagi orang-orang terdekat. Percayalah, Tuhan akan membalas segala niat buruk dengan cara yang adil dan bijaksana, dan kita cukup berusaha menguatkan diri dan keluarga.






























