NGEJOB MAKEUP
#KeseharianKu makeup borongan keluarga
Sebagai tukang makeup kampung wkwk
Ini dia penampakan setelah beres makeup
Rapih rapih alat dan kebaya
Oiya kalo kalian butuh makeup borongan keluarga aku siap yess
Harga bersahabat
Aku pertama kali ngejob makeup borongan keluarga itu deg-degan banget, soalnya yang dirias bukan cuma satu orang tapi bisa 4–6 orang sekaligus. Biasanya untuk acara lamaran, pengajian, atau kondangan bareng. Sebagai MUA kampung, aku belajar pelan-pelan gimana biar semua tetap kebagian waktu, hasilnya rapi, dan aku sendiri nggak kelelahan. Sebelum berangkat ngejob, aku selalu siapin alat dulu. Kuas-kuas makeup, pallet eyeshadow, foundation, beauty blender, sampai bantalan jarum sama jarum pentul warna-warni buat hijab dan kebaya. Semua aku masukin ke kotak makeup yang besar biar gampang diambil pas dirumah client. Kadang setelah selesai, alat makeup dan kain kebaya merah, batik, dan lainnya udah bertebaran di atas tikar, itu tandanya job hari itu lumayan ramai, haha. Buat yang pengen mulai ngejob makeup juga, menurut aku penting banget bikin sistem sendiri. Misalnya, satu orang aku kasih slot 45–60 menit, dari skincare, base makeup, eye makeup, sampai pasang bulu mata dan hijab. Kalau borongan keluarga, biasanya aku tanya dulu: mau look natural atau glam? Ada yang suka alis tipis, ada juga yang minta alis tebal kayak artis sinetron. Semuanya aku catat biar nggak ketukar. Soal harga, karena aku posisinya tukang makeup kampung, aku usahain harga bersahabat. Biasanya aku kasih paket borongan, misalnya makin banyak orang makin murah per orang. Tapi tetap aku hitung sama tenaga, waktu, dan biaya alat yang kepake. Jangan sungkan juga untuk minta DP dulu, sekadar jaga-jaga kalau ada perubahan jadwal. Hal yang paling aku suka dari ngejob makeup borongan keluarga itu suasananya. Sambil makeup, kita bisa sambil ngobrol santai soal kehidupan, gosip tipis-tipis, sampai cerita lucu masa kecil mereka. Rasanya rumah jadi rame banget, tikar penuh sama kebaya, kain batik, dan tas makeup yang kebuka. Capek sih, tapi puas lihat mereka senyum pas bercermin. Kalau kamu juga lagi mulai karier jadi MUA rumahan atau tukang makeup kampung kayak aku, jangan minder sama label "kampung". Justru dari situ kita belajar banyak, pelan-pelan bangun kepercayaan, dan kumpulin portofolio dari tiap ngejob. Foto hasil riasan, foto alat yang lagi berserakan di tikar, dan kebaya-kebaya merah yang lagi disusun itu semua bisa jadi cerita sendiri di perjalanan kamu sebagai MUA.



Wahh Mantap kk cantik🥰🤩