SAVE&SHARE‼️ Buat kamu yang mau terjun jadi MUA siap2 modal kamera ya😘 Kamera bukan buat gaya2an tapi sebagai penunjang hasil portofolio✨
Dari pengalamanku pertama kali beli kamera dengan harga 7jt, walaupun hasil foto pakai hp udah cukup bagus saat itu tapi ternyata ada orang yang notice portofolio-ku beda waktu foto pakai kamera hasilnya lebih bagus🥰
Sampai akhirnya kedua kali aku upgrade kamera pakai Fuji XT-4 lensa 56apd, dan bener aja hasilnya makin bagus dongggg🤩 tapi belum ada 2 tahun kamera ku dicolong sama team sendiri🥲
Setahun aku portofolio pakai hp lagiiii😄 nabung, nabung, nabunggggg sampai akhirnya sekarang aku kembali pakai kamera Fuji XT-5 lensa 35mm🫶🏼
Semangat berjuang para MUA😍
Thank you buat semua para MUA-ku tersayang😘💋
LOVE YOUU!!💋 Mari meroket bersama!🚀😍🔥🔥🔥🔥
.
.
.
.
#kursusmakeupjakarta #muajakarta #makeupartistjakarta #siscakohl #kelasmakeupjakarta
Sebagai MUA, jujur aku dulu juga kepo banget soal kamera untuk MUA: perlu nggak sih? Berapa sih harga kamera buat foto klien? Awalnya aku pikir pakai HP aja sudah cukup, karena kualitas HP sekarang kan bagus banget. Tapi setelah beberapa kali compare, baru kerasa bedanya ketika portofolio difoto pakai kamera beneran. Waktu pertama kali beli kamera sekitar 7 jutaan, rasanya nano-nano antara sayang uang dan takut nggak kepakai. Tapi begitu hasil fotonya dipakai buat upload portofolio, banyak calon klien yang notice. Mereka bilang makeup kelihatan lebih detail dan profesional, padahal teknik makeup-nya sama aja. Dari situ aku sadar, kamera itu bukan buat gaya-gayaan, tapi investasi supaya kerjaan kita terlihat lebih meyakinkan di mata orang. Di dunia MUA Jakarta, banyak yang pakai kamera seperti Canon 750D atau mirrorless Fuji XT series. Harga kamera untuk MUA biasanya di kisaran belasan juta kalau sudah termasuk lensa yang oke, jadinya totalnya bisa dua puluhan jutaan. Kedengarannya besar, tapi kalau dihitung sebagai alat kerja jangka panjang, menurutku masih masuk akal. Apalagi kalau kamu fokus di kelas makeup Jakarta atau MUA Jakarta yang sering pegang klien wedding, prewedding, dan acara besar lainnya. Pengalaman pahitnya, kamera kesayanganku pernah dicolong tim sendiri. Otomatis balik lagi ke HP buat foto portofolio selama setahun. Di fase itu aku jadi belajar gimana memaksimalkan foto pakai HP: cari cahaya alami, background bersih, dan edit secukupnya. Jadi kalau kamu belum bisa langsung beli kamera, tenang, kamu masih bisa mulai dari HP dulu sambil nabung pelan-pelan. Begitu nabungan cukup, aku upgrade lagi ke Fuji XT-5 lensa 35mm. Kenapa lensa 35mm? Karena menurutku ini cukup fleksibel buat foto close up wajah klien tanpa distorsi berlebihan, dan masih nyaman dipakai di ruangan yang nggak terlalu besar. Beberapa teman MUA lain ada yang pakai lensa 50mm atau 56 APD, dan hasilnya cakep banget buat foto detail eye makeup dan skin. Tips pribadi kalau kamu lagi cari kamera untuk MUA: 1. Tentukan dulu kebutuhan: cuma buat konten sosmed, atau juga buat kerjaan berbayar seperti wedding dan prewedding. 2. Sesuaikan budget: kalau baru mulai, kamera di kisaran 7–10 jutaan sudah cukup banget untuk foto klien. 3. Jangan lupa biaya tambahan: memori, baterai cadangan, tripod, dan mungkin lighting sederhana. 4. Pelajari basic fotografi: angle, lighting, dan cara bikin slideshow portofolio supaya fotomu makin maksimal. Aku selalu anggap kamera sebagai partner kerja. Sama seperti kamu beli sepatu yang nyaman untuk kerja, sabun andalan di kit, atau sirup favorit buat nemenin begadang edit foto, kamera juga jadi bagian dari ritual kerja MUA. Selama kamu pakai dengan bijak dan konsisten upload portofolio, investasi kamera akan kebayar lewat kepercayaan klien dan naiknya booking-an. Kalau kamu lagi mikir mau terjun jadi MUA, jangan minder kalau belum punya kamera mahal. Mulai saja dari yang kamu punya, upgrade pelan-pelan, dan terus belajar. Yang penting semangat berjuang, rajin bikin portofolio, dan jangan takut tanya atau "kepo" ke MUA lain soal gear yang mereka pakai. Kita bisa meroket bareng-bareng!
