Cmiiw di komen ya kalo ada brand yg salah klasifikasi 🫶
#doglover #ridglanbeagles #animaltestingneedstostop #supportcrueltyfreeproducts
Sebagai pecinta hewan, khususnya anjing, saya merasa sangat prihatin ketika mengetahui bagaimana anjing Beagles diperlakukan dalam berbagai eksperimen laboratorium. Dari pengalaman saya membaca dan mengikuti berita tentang hal ini, ternyata anjing Beagles sering dibesarkan di tempat yang sempit tanpa akses ke alam bebas, tidak pernah menginjak rumput atau terkena sinar matahari, serta diberi makanan yang minim nutrisi seperti dedak kalkun. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan luka di telapak kaki mereka karena berdiri terus-menerus di kandang. Mengapa anjing ras Beagles? Anjing ini dipilih karena sifatnya yang jinak, mudah bersahabat, dan cenderung tidak agresif walau diperlakukan buruk, sehingga dianggap cocok untuk berbagai macam pengujian, mulai dari uji iritasi kulit hingga uji toksikologi untuk mengetahui kadar bahaya suatu zat. Saya pribadi mencoba lebih cermat dalam memilih produk kecantikan dan perawatan yang bebas dari praktik kekejaman terhadap hewan. Berdasarkan daftar yang saya amati, beberapa brand ternama seperti MAC Cosmetics, Estée Lauder, Dior Beauty, dan Gucci Beauty masih terkait dengan pengujian hewan, meski ada juga yang sudah mulai beralih ke sertifikasi cruelty-free seperti Garnier dan beberapa lini Dove serta CoverGirl. Namun, penting juga dicatat bahwa status cruelty-free bisa berubah seiring waktu. Misalnya, meskipun Garnier dan Dove sudah mendapat sertifikasi cruelty-free, perusahaan induknya masih melakukan atau mendanai pengujian hewan di produk lainnya. Ini membuat saya makin berhati-hati dan selalu mengecek label serta update terbaru dari brand sebelum memutuskan membeli. Selain itu, fakta adanya produk household dan oral care seperti Tide, Clorox, dan Colgate yang masuk daftar juga menjadi perhatian karena penggunaan produk tersebut bisa berdampak melewati bola mata konsumen secara tidak langsung. Saya pun mulai berusaha mengganti produk-produk rumah tangga saya dengan yang berlabel cruelty-free dan ramah lingkungan. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa menjadi konsumen yang sadar dan bertanggung jawab sangat penting untuk mendukung gerakan anti-testing pada hewan dan mendorong perusahaan beralih ke metode pengujian yang lebih manusiawi. Secara pribadi, saya juga aktif mengedukasi teman dan keluarga saya soal pentingnya memilih produk cruelty-free agar bersama-sama bisa mengurangi penderitaan hewan yang tak bersalah. Saya menyarankan untuk selalu mencari informasi terbaru dari sumber terpercaya dan komunitas pecinta hewan yang konsisten mengadvokasi penghentian praktik animal testing. Dengan demikian, kita bukan hanya melindungi satwa tapi juga mendorong industri kosmetik dan produk konsumen lain menjadi lebih etis dan berkelanjutan.



































