IRT dua Anak : cuma istri yg boleh marahin anak??

Normal nggak moms, kalau aku punya pendapat

didalam keluarga/berumahtangga itu tidak ada yg boleh marahin

anak kecuali ibu nya sendiri, bahkan ayah nya sendiri pun nggak boleh marahin anak.

karena dalam Rumah tangga aku sendiri, suami aku jarang dirumah dan aku merasa takutnya anak aku ngGK dekat bahkan takut sama ayah nya sendiri.

Dan aku juga pernah baca disuatu artikel, katanya disitu anak yg kurang dekat atau kekurangan figur ayah itu akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri!

betul tidak moms?

gimana nih menurut kalian??

#TentangKehidupan #IRTAwards #MitosFakta #JujurAja #WajibTau

Lemon8_ID Lemon8IRT Lemon8 Family ✨

2025/10/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam membahas topik disiplin dalam keluarga, penting untuk memahami bahwa komunikasi dan keterlibatan kedua orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan anak. Meskipun ada anggapan bahwa hanya istri yang berhak menegur atau marah kepada anak, sebenarnya ayah juga memiliki peran penting dalam mendidik dan memberikan batasan yang sehat. Menurut berbagai penelitian psikologi perkembangan, kehadiran figur ayah yang aktif dapat memperkuat rasa percaya diri dan keamanan emosional anak. Anak yang tumbuh dengan kehangatan dan disiplin dari kedua orang tua cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik serta kemandirian yang kuat. Namun, ketika ayah jarang hadir atau kurang berinteraksi, seperti yang dirasakan oleh penulis artikel, hubungan anak dan ayah bisa menjadi renggang. Hal ini berpotensi menimbulkan ketakutan atau rasa canggung anak terhadap ayah, sehingga berdampak negatif pada kepercayaan diri si anak. Mengenai siapa yang boleh menegur anak, sebenarnya tidak ada aturan pasti bahwa hanya istri yang boleh marahi anak. Pendekatan yang terbaik adalah komunikasi terbuka antara suami dan istri dalam menentukan cara mendidik anak secara konsisten. Ayah juga harus diberi kesempatan untuk berinteraksi dan menegur anak dengan cara yang penuh kasih sayang. Cara ini justru memperkuat ikatan keluarga dan membantu anak memahami disiplin dengan cara yang sehat. Selain itu, penting juga bagi suami yang jarang di rumah untuk berusaha meningkatkan kualitas waktu bersama anak. Misalnya, dengan rutin melakukan aktivitas bersama saat di rumah atau menghubungi anak melalui telepon/video call saat sedang tidak bisa hadir. Dengan aktifnya figur ayah, anak akan merasa diperhatikan dan memiliki panutan positif di dalam keluarga. Moms dan dads, peran ayah dan ibu saling melengkapi dan harus sejalan dalam mendisiplinkan anak. Memberi contoh yang baik, komunikasi hangat, dan pengertian antara orang tua akan menciptakan suasana rumah yang positif dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.