Inner Child Yang Tersalurkan 🥰
Ga tau kenapa sejak punya anak aku ngerasa bisa menyalurkan apapun yang aku ga bisa lakuin, atau aku ga punya di waktu kecil 🥲 lewat anak ku. Rasanya seneng aja bisa nemenin dia manasik haji, karena dulu waktu sekolah aku apa-apanya sendiri, pergi study tour sendiri, kadang suka ada iri ngeliat temen-temen lainnya di anter ibunya, pulang sekolah dijemput, berangkat sekolah di anter 🥲 sampai waktu membawa aku jadi seorang ibu dan punya anak, ga tau kenapa happy aja bisa nemenin anak aku study tour, anterin sekolah, jemput sekolah, siapin bekel sarapan yang aku ga pernah rasain dulu 😅 ada yang sama ga ? hehe #innerchildterluka #KeseharianKu #WajibTau #Lemon8 #lemon8skintest
Menyalurkan inner child bisa jadi cara yang sangat menyembuhkan dan membahagiakan. Saya pribadi merasa pengalaman ini sangat berarti setelah menjadi ibu. Dulu, saya sering sendirian melakukan berbagai hal, bahkan pergi study tour tanpa ditemani siapa pun. Saat itu saya merasa kurang, dan hal itu membekas sampai dewasa. Namun, kini saya mendapatkan kesempatan untuk memberikan perhatian dan kebersamaan yang dulu saya rindukan, langsung lewat anak saya. Misalnya, turut serta menemani manasik haji atau mengantar jemput sekolah merupakan momen yang membawa rasa syukur sekaligus pengobatan batin. Kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan kami, tapi juga membuat saya bisa menyalurkan emosi dan kebutuhan masa kecil saya yang belum terpenuhi. Bagi yang juga ingin menyalurkan inner child, mulailah dengan membangun momen kebersamaan sederhana dengan orang-orang terdekat. Momen kecil seperti menyiapkan bekal, atau menemani aktivitas anak atau keponakan dapat menjadi sarana yang ampuh. Dengan konsisten melakukannya, Anda bisa merasakan efek positif secara emosional dan psikologis. Selain itu, jangan ragu mengungkapkan perasaan atau pengalaman masa kecil yang terpendam dalam lingkungan yang suportif, seperti komunitas parenting atau forum diskusi. Mendengarkan cerita dan strategi orang lain juga bisa membuka wawasan serta memberikan inspirasi baru dalam proses menyalurkan inner child. Melalui cara ini, saya percaya kita tidak hanya memberikan yang terbaik untuk anak, tapi juga merawat dan memulihkan diri sendiri secara emosional. Inner child yang tersalurkan dengan baik akan membantu membangun kedewasaan dan kebahagiaan yang lebih utuh dalam hidup sehari-hari.





































